Limbangantengah.id – Pengguna perangkat Poco X7 Pro bernama Muhamad Rizki mengungkapkan keluhan mengenai penolakan klaim garansi oleh pihak Xiaomi pada Maret 2026. Rizki melaporkan penolakan tersebut melalui unggahan di grup Facebook Poco X7 & Poco X7 Pro Indonesia lantaran pihak pusat perbaikan menyebut mainboard unit miliknya dalam kondisi bengkok padahal fisik ponsel dalam keadaan baik.
Permasalahan ini menyita perhatian warganet hingga unggahan tersebut viral di media sosial sepanjang akhir Maret 2026. Rizki menegaskan bahwa ponsel miliknya tidak mengalami benturan fisik atau cacat pengguna yang berarti, namun ia tetap menerima penolakan saat mengajukan perbaikan resmi.
Kejadian ini memantik perdebatan luas terkait kualitas pelayanan purna jual perusahaan ponsel tersebut. Rizki secara spesifik mempertanyakan bagaimana mungkin komponen internal seperti mainboard mengalami deformasi tanpa adanya kerusakan fisik pada bagian luar casing ponsel.
Kronologi Penolakan Garansi Poco X7 Pro
Rizki awalnya membawa ponsel Poco X7 Pro miliknya ke pusat reparasi resmi dengan harapan layanan garansi berjalan lancar. Akan tetapi, petugas menolak permohonan tersebut dengan argumen mainboard ponsel dalam posisi bengkok. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan mendalam karena kondisi fisik ponsel yang tidak memperlihatkan satu pun goresan atau tanda kerusakan akibat penggunaan tidak wajar.
Lebih dari itu, Rizki mencoba mencari solusi dengan mendatangi cabang pusat perbaikan lain untuk mendapatkan penjelasan tambahan. Langkah ini justru membawa pengalaman lebih buruk baginya. Alih-alih mendapatkan perbaikan, pihak teknisi di cabang tersebut malah menuduh Rizki merusak unit miliknya sendiri secara sengaja.
Akibat tuduhan tersebut, teknisi meminta Rizki mengeluarkan dana sebesar Rp4,4 juta untuk menanggung total biaya perbaikan. Angka ini tergolong besar bagi seorang konsumen yang merasa telah menjaga perangkatnya dengan sangat baik. Rizki lantas melayangkan kritik tajam bahwa perusahaan seharusnya melakukan evaluasi terhadap kualitas produk daripada menjadikan konsumen sebagai pihak yang menanggung kesalahan atas kerusakan teknis internal.
Analisis Teknis Kerusakan Internal
Rizki memberikan bantahan logis terkait klaim mainboard bengkok yang pihak bengkel ajukan. Menurutnya, jika mainboard di dalam ponsel benar-benar mengalami kebengkokan, maka semestinya kerangka luar atau frame ponsel ikut menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik yang serupa. Faktanya, kondisi fisik luar ponsel tetap mulus tanpa cacat sedikit pun.
Selain itu, Rizki menekankan bahwa mainboard tersimpan jauh di dalam bagian internal ponsel yang hanya bisa pihak resmi akses. Jika pengguna berani membongkar bagian tersebut sendiri, maka otomatis garansi resmi akan hangus. Hal ini menjadi paradoks karena pengguna tidak memiliki akses ke komponen internal, namun tetap menanggung beban jika komponen tersebut mengalami kerusakan yang tidak masuk akal.
| Poin Keluhan | Keterangan |
|---|---|
| Biaya Perbaikan | Rp4,4 Juta |
| Status Garansi | Hangus karena Mainboard Bengkok |
| Kondisi Fisik | Tanpa Lecet dan Tidak Ada Benturan |
Respon Pihak Xiaomi terhadap Kasus
Respons pihak perusahaan muncul selang beberapa waktu setelah keluhan Rizki viral di berbagai platform digital dan media sosial Indonesia. Pihak manajemen Xiaomi Indonesia menghubungi Rizki secara langsung untuk membahas masalah garansi yang bermasalah. Mereka menjanjikan perbaikan secara menyeluruh sebagai bentuk perlakuan khusus atau spesial treatment bagi konsumen tersebut.
Rizki menyatakan dalam pembaruan unggahannya pada Senin (30/3/2026) bahwa perusahaan menyetujui pemberian garansi penuh untuk perbaikan unit miliknya. Meskipun demikian, Rizki mengungkapkan bahwa pihak teknisi Xiaomi tetap mempertahankan argumen awal bahwa kerusakan fisik berasal dari penggunaan pribadi, terlepas dari keputusan untuk menggratiskan biaya perbaikan tersebut.
Di sisi lain, pihak Poco juga memberikan keterangan resmi usai kasus ini menyebar luas di kalangan pengguna ponsel tanah air. Namun, perusahaan tidak menjelaskan secara mendalam duduk perkara yang menyebabkan masalah mainboard bengkok tersebut terjadi pada unit konsumen. Minimnya transparansi ini membuat sebagian pengguna menyayangkan pola komunikasi perusahaan terhadap isu teknis serupa.
Pentingnya Layanan Purna Jual Berkualitas
Kasus ini memberikan pelajaran berharga bagi banyak pihak mengenai pentingnya layanan purna jual yang transparan. Sebuah produk dengan spesifikasi di atas kertas yang mumpuni kehilangan nilainya jika perusahaan tidak memberikan dukungan teknis yang memadai ketika terjadi kendala operasional bagi konsumen. Loyalitas pengguna seringkali bergantung pada bagaimana perusahaan menangani masalah saat produk yang mereka beli mengalami kerusakan yang tidak terduga.
Singkatnya, Rizki kini merasa lega karena unit ponselnya mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui kesepakatan khusus dengan pihak Xiaomi. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh netizen yang memberikan dukungan dalam menyuarakan keluhannya pada platform media sosial sehingga perusahaan akhirnya mau merespons masalah ini dengan lebih baik lagi menjelang akhir Maret 2026.
Pada akhirnya, kejadian ini menjadi pengingat bagi produsen ponsel lainnya agar selalu mengutamakan objektivitas dalam menentukan kerusakan pada sebuah perangkat. Pengguna berharap bahwa evaluasi kualitas tidak hanya menjadi fokus saat ponsel baru meluncur, tetapi juga konsisten berjalan saat unit memerlukan perbaikan oleh departemen servis resmi.
