Beranda » Edukasi » KUR Adalah? Penjelasan Lengkap & Cara Mengajukan 2026

KUR Adalah? Penjelasan Lengkap & Cara Mengajukan 2026

Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tantangan terbesar dalam mengembangkan bisnis seringkali bermuara pada satu hal: modal. Banyak ide bisnis brilian yang terhambat eksekusinya karena keterbatasan arus kas atau ketidakmampuan mengakses layanan perbankan konvensional.

Nah, di tengah tantangan tersebut, Kredit Usaha Rakyat (KUR) hadir sebagai salah satu instrumen finansial yang paling banyak dicari. Program ini menawarkan angin segar berupa akses pembiayaan dengan beban bunga yang relatif lebih ringan dibandingkan pinjaman komersial biasa.

Namun, sebelum terburu-buru mengajukan aplikasi ke bank, sangat penting untuk memahami mekanisme, risiko, dan tata caranya secara mendalam. Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk KUR di tahun 2026, mulai dari definisi, persyaratan, hingga strategi pengajuan yang tepat sasaran.


💡 Quick Answer: Apa Itu KUR?

Singkatnya, KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah program pembiayaan atau kredit bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan melalui lembaga keuangan (seperti Bank Himbara) kepada pelaku UMKM yang feasible (layak usaha) namun belum bankable (belum memenuhi syarat perbankan umum).

Poin kuncinya terletak pada subsidi bunga yang ditanggung pemerintah, sehingga debitur hanya membayar margin bunga yang rendah (umumnya 6% efektif per tahun untuk pengajuan pertama, sesuai regulasi yang berlaku).


Membedah Konsep Dasar KUR: Bukan Uang Cuma-Cuma

Perlu diluruskan sejak awal bahwa KUR adalah pinjaman, bukan bantuan sosial (Bansos) atau hibah cuma-cuma. Ada kewajiban pengembalian pokok beserta bunga yang harus dipenuhi oleh peminjam.

Baca Juga:  Segini Nominal PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA - Ada Kenaikan?

Pemerintah bertindak sebagai penjamin subsidi bunga, sementara bank bertindak sebagai penyalur dana. Jadi, risiko gagal bayar tetap akan berdampak pada reputasi kredit (SLIK OJK) peminjam di masa depan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas daya saing UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil.

Secara umum, dana KUR dapat digunakan untuk dua kebutuhan utama:

  1. Kredit Modal Kerja (KMK): Untuk biaya operasional sehari-hari, belanja stok barang, atau gaji karyawan.
  2. Kredit Investasi (KI): Untuk pembelian aset produktif jangka panjang seperti mesin, peralatan, atau renovasi tempat usaha.

Jenis-Jenis KUR yang Tersedia di 2026

Memasuki tahun 2026, skema KUR umumnya masih mengacu pada klasifikasi plafon yang disesuaikan dengan skala usaha. Memilih jenis yang tepat sangat krusial agar pengajuan tidak ditolak karena ketidaksesuaian profil bisnis.

1. KUR Super Mikro

Ini adalah pintu masuk bagi usaha skala rumahan atau yang baru merintis. Plafon yang ditawarkan biasanya berkisar hingga Rp10 juta. Syaratnya relatif lebih longgar, bahkan seringkali tidak mewajibkan agunan tambahan selain usaha itu sendiri.

2. KUR Mikro

Jenis ini paling populer di kalangan pedagang pasar atau pemilik toko kelontong. Plafon pinjaman berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp100 juta. Pada level ini, bank biasanya mulai melakukan survei lokasi usaha secara lebih mendetail.

3. KUR Kecil / Ritel

Diperuntukkan bagi usaha yang sudah mapan dan ingin melakukan ekspansi besar. Plafon yang tersedia mulai dari Rp100 juta hingga Rp500 juta. Wajib diperhatikan bahwa untuk KUR Kecil, kepemilikan agunan tambahan (seperti sertifikat tanah atau BPKB kendaraan) biasanya menjadi syarat mutlak.

4. KUR Penempatan TKI

Khusus dirancang untuk membiayai keberangkatan calon Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri. Plafon disesuaikan dengan struktur biaya penempatan (cost structure) yang ditetapkan pemerintah, umumnya hingga Rp25 juta.

Tabel Perbandingan Skema KUR 2026

Berikut adalah ringkasan skema umum yang dapat dijadikan acuan awal sebelum mendatangi bank penyalur.

Jenis KURPlafon PinjamanSuku Bunga (Est.)*Syarat Agunan
KUR Super Mikros.d. Rp10 Juta3% eff/tahunPokok: UsahaTambahan: Tidak Wajib
KUR MikroRp10 Juta – Rp100 Juta6-9% eff/tahun**Pokok: UsahaTambahan: Tidak Wajib
KUR KecilRp100 Juta – Rp500 Juta6-9% eff/tahun**✅ Wajib Agunan Tambahan
Syarat Penting❌ Calon debitur tidak boleh sedang menerima kredit komersial lain (kecuali KPR, KKB, atau Kartu Kredit).
Baca Juga:  KUR BNI 2026: Syarat Terbaru, Plafon & Cara Ajukan (Lengkap)

> Suku bunga dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah tahun berjalan. *> Suku bunga berjenjang (6%, 7%, 8%, 9%) biasanya diterapkan untuk pengajuan berulang.

Syarat dan Dokumen yang Diperlukan

Keberhasilan pengajuan sangat bergantung pada kelengkapan administrasi. Bank tidak akan memproses aplikasi yang dokumennya tidak valid atau tidak lengkap.

Secara umum, persyaratan administratif meliputi:

  • Identitas Diri: e-KTP pemohon (dan pasangan jika sudah menikah), serta Kartu Keluarga (KK).
  • Legalitas Usaha: Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), Nomor Induk Berusaha (NIB), atau minimal Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kelurahan/Desa setempat.
  • Bukti Operasional: Usaha harus sudah berjalan minimal 6 bulan secara aktif.
  • Riwayat Kredit: Tidak sedang menikmati kredit produktif dari perbankan lain dan memiliki riwayat SLIK OJK (BI Checking) yang bersih.
  • Dokumen Tambahan (untuk plafon >Rp50 Juta): NPWP dan dokumen agunan (SHM/BPKB).

Panduan Langkah Demi Langkah Mengajukan KUR 2026

Proses pengajuan saat ini sudah semakin modern, bisa dilakukan secara offline maupun online (tergantung fasilitas bank penyalur). Berikut adalah alur sistematis yang perlu dipahami:

1. Evaluasi Kesehatan Keuangan Sendiri

Sebelum melangkah ke bank, lakukan audit mandiri. Pastikan arus kas usaha mampu menutupi cicilan bulanan. Bank akan menghitung Debt Service Ratio (DSR), di mana cicilan sebaiknya tidak lebih dari 30-40% laba bersih.

2. Pengecekan SLIK OJK (Mandiri)

Seringkali pengajuan ditolak karena ada tunggakan “receh” di layanan paylater atau pinjaman online. Pastikan semua riwayat kredit bersih sebelum mengajukan KUR.

3. Persiapan Berkas

Susun dokumen dalam satu map rapi. Fotokopi rangkap dua untuk berjaga-jaga. Membawa dokumen asli juga diperlukan untuk verifikasi awal oleh petugas bank.

4. Kunjungan ke Bank Penyalur

Datangi kantor cabang bank penyalur KUR terdekat (BRI, Mandiri, BNI, BSI, atau BPD setempat). Temui bagian Micro Banking atau Mantri/Account Officer. Utarakan niat untuk mengajukan KUR dan serahkan berkas.

5. Proses Survei Lapangan (On The Spot)

Jika berkas lolos verifikasi awal, pihak bank akan melakukan kunjungan ke lokasi usaha.

  • Tips: Pastikan ada aktivitas usaha saat survei dilakukan. Jawab pertanyaan petugas dengan jujur mengenai omzet dan biaya operasional. Jangan melebih-lebihkan data.
Baca Juga:  Bunga KUR 2026 Terbaru: Ini Cara Hitung Cicilan yang Benar

6. Analisis dan Putusan Kredit

Bank akan menganalisis kelayakan usaha berdasarkan hasil survei dan data administrasi. Proses ini memakan waktu 3 hingga 14 hari kerja, tergantung kompleksitas pengajuan.

7. Akad Kredit dan Pencairan

Jika disetujui, debitur akan diminta datang untuk tanda tangan akad kredit. Dana kemudian akan dicairkan ke rekening debitur.

Dampak Positif KUR bagi Masyarakat

Kehadiran program KUR memiliki implikasi luas yang lebih dari sekadar urusan pinjam-meminjam uang.

Pertama, Memutus Mata Rantai Rentenir. Banyak pedagang kecil terjerat pinjaman harian dengan bunga mencekik dari rentenir karena syaratnya yang “mudah”. KUR hadir memberikan alternatif pembiayaan yang manusiawi dan legal, melindungi aset masyarakat dari penyitaan sepihak.

Kedua, Pemerataan Ekonomi. Dengan akses modal yang terbuka, usaha di daerah pelosok dapat berkembang. Ini menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal, mengurangi urbanisasi, dan menggerakkan roda ekonomi desa.

Ketiga, Literasi Keuangan. Proses pengajuan KUR “memaksa” pelaku UMKM untuk mulai tertib administrasi. Mereka belajar memisahkan uang pribadi dan usaha, serta memahami pentingnya menjaga reputasi perbankan. Ini adalah edukasi jangka panjang yang sangat berharga.


Kesimpulan

Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah instrumen yang sangat powerful jika digunakan dengan bijak dan penuh perhitungan. Ini adalah jembatan bagi UMKM untuk naik kelas, dari skala mikro menjadi kecil, dan seterusnya. Kunci utamanya terletak pada kelengkapan dokumen, kejujuran data saat survei, dan kedisiplinan dalam membayar cicilan.

Ingat, persetujuan kredit sepenuhnya adalah hak prerogatif bank berdasarkan analisis risiko. Tidak ada jalur “orang dalam” atau jaminan pasti cair tanpa melalui prosedur yang benar. Jadilah debitur yang cerdas dan bertanggung jawab.

Disclaimer:

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan edukasi berdasarkan ketentuan umum yang berlaku hingga proyeksi tahun 2026. Kebijakan suku bunga, syarat dokumen, dan plafon kredit merupakan wewenang penuh pemerintah dan bank penyalur yang dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Keputusan finansial sepenuhnya berada di tangan pembaca. Hubungi bank terkait untuk informasi resmi terkini.


FAQ: Pertanyaan Seputar KUR 2026

Apakah bisa mengajukan KUR jika masih punya cicilan motor/KKB?

Secara aturan umum, bisa. Calon debitur diperbolehkan memiliki kredit konsumtif (seperti KPR, KKB/Leasing, Kartu Kredit) asalkan status pembayarannya lancar (Kolektibilitas 1). Yang dilarang adalah sedang menikmati kredit modal kerja atau investasi komersial lain.

Mengapa pengajuan KUR saya ditolak padahal usaha lancar?

Penolakan bisa disebabkan banyak faktor selain kondisi usaha. Alasan paling umum adalah riwayat SLIK OJK yang buruk (pernah macet bayar pinjol/kredit lain). Alasan lain bisa karena lokasi usaha tidak sesuai, dokumen tidak lengkap, atau kapasitas bayar (repayment capacity) dinilai tidak mencukupi.

Apakah pengajuan KUR wajib memiliki jaminan/agunan?

Untuk KUR dengan plafon di atas Rp100 juta (KUR Kecil), agunan tambahan biasanya wajib. Namun, untuk KUR Mikro atau Super Mikro (di bawah Rp100 juta), agunan utamanya adalah usaha itu sendiri, meskipun beberapa bank mungkin memiliki kebijakan internal yang berbeda terkait aset tambahan.