Beranda » Berita » Ekskavasi Cagar Budaya Mojokerto Mundur Akibat Efisiensi Anggaran

Ekskavasi Cagar Budaya Mojokerto Mundur Akibat Efisiensi Anggaran

Limbangantengah.idPemerintah Kabupaten Mojokerto resmi menjadwalkan ulang kegiatan ekskavasi situs cagar budaya ke pengujung 2026. Keputusan ini muncul sebagai respons atas kebijakan anggaran daerah yang berlangsung pada tahun berjalan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Riedy Prastowo, mengonfirmasi kabar ini pada 6 April . Pemerintah daerah merencanakan alokasi dana untuk kegiatan tersebut dalam Perubahan Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026.

Jadwal Terbaru Ekskavasi Cagar Budaya Mojokerto

Pemerintah daerah memang rutin mengagendakan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur setiap tahun. Namun, adanya pembatasan fiskal memaksa pihak terkait untuk menyesuaikan alur kerja arkeologis tersebut. Oleh karena itu, tim arkeologi baru akan turun ke lapangan pada akhir tahun 2026.

Langkah ini bertujuan agar program pelestarian tetap berjalan tanpa melanggar batasan anggaran yang sudah pemerintah tetapkan. Meski jadwal mengalami pergeseran, komitmen daerah dalam melindungi jejak sejarah tetap menjadi prioritas utama. Dengan demikian, sinkronisasi antara kebutuhan dana dan target arkeologis tetap terjaga dengan baik.

Proses Penentuan Situs Target Arkeologis

Hingga saat ini, pihak Disbudporapar Kabupaten Mojokerto belum memutuskan lokasi mana yang akan menjadi target ekskavasi selanjutnya. Riedy Prastowo menyebutkan bahwa pemerintah daerah masih menanti rekomendasi resmi dari BPK Wilayah XI Jawa Timur sebelum menentukan situs bersejarah mana yang akan mereka gali.

Selain lokasi, durasi pekerjaan lapangan bagi para arkeolog pun belum mereka rincikan secara mendetail. penentuan target memerlukan kajian mendalam dari para ahli agar hasil pencarian memberikan dampak signifikan bagi dunia nasional. Menariknya, koordinasi intensif antar instansi tetap terus mereka lakukan guna memastikan kegiatan berjalan optimal saat dana P-APBD cair nanti.

Baca Juga:  Lonjakan Penumpang Bandara Adisutjipto Lebaran 2026 Naik 484 Persen

Rekam Jejak Ekskavasi Situs Bersejarah

Kabupaten Mojokerto memiliki sejarah panjang dalam program penelusuran arkeologis yang rutin berlangsung tiap tahun. Pihak pemkab sebelumnya sering berkolaborasi dengan ahli dari BPK guna memastikan kelestarian situs-situs bernilai tinggi. Sebagai , berikut adalah ringkasan data kegiatan ekskavasi yang pernah pemerintah daerah lakukan:

Lokasi SitusKecamatanPeriode Kegiatan
Situs Bhre KahuripanSooko11-15 Agustus 2025

Kegiatan di Situs Bhre Kahuripan pada 2025 tersebut fokus menelusuri sebaran pagar keliling di sisi selatan tempat pendarmaan Tribhuwana Tunggadewi. Pengalaman dari penggalian terdahulu menjadi acuan bagi tim untuk merencanakan langkah di masa depan. Singkatnya, kesinambungan antara data tahun 2025 dan rencana 2026 memberikan gambaran komprehensif mengenai peta sejarah wilayah Mojokerto.

Efisiensi Anggaran di Sektor Kebudayaan

Kebijakan penghematan anggaran pemerintah daerah seringkali berdampak pada penjadwalan berbagai kegiatan di tingkat dinas. Meskipun demikian, sektor pelestarian budaya tetap memperoleh perhatian serius. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah berusaha mengelola sumber daya keuangan secara bijaksana guna mencapai target pembangunan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, masyarakat bisa menantikan kabar terbaru mengenai kelanjutan kegiatan ini setelah pembahasan P-APBD selesai. Aparat dinas terkait berjanji memberikan informasi lebih detail begitu mereka menerima arahan spesifik dari balai pelestarian. Langkah ini membuktikan transparansi dalam mengelola agenda cagar budaya di tengah keterbatasan dana daerah.

Pihak berwenang berharap seluruh rangkaian kegiatan nanti dapat mengungkap lebih banyak fakta sejarah yang tersembunyi di tanah Mojokerto. Pada akhirnya, keberhasilan ekskavasi di akhir tahun 2026 akan menjadi modal penting bagi pengembangan destinasi wisata edukasi dan riset sejarah di masa mendatang. Semangat menjaga peninggalan leluhur tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Penerbangan menuju Bandara Soetta Alami Gangguan Cuaca 2026