Di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat, KUR (Kredit Usaha Rakyat) Syariah Pegadaian hadir sebagai solusi bagi para pelaku usaha yang membutuhkan suntikan modal. Dibandingkan pinjaman konvensional, KUR Syariah Pegadaian dinilai lebih mudah dan sesuai dengan prinsip syariah. Namun, untuk mendapatkan pinjaman ini, Anda perlu memahami dengan baik proses pengajuannya.
Simak penjelasan lengkap dari Limbangantengah.id berikut ini untuk mengetahui cara sukses mengajukan KUR Syariah Pegadaian di tahun 2026.
Ringkasan Cepat:
Proses pengajuan KUR Syariah Pegadaian secara garis besar meliputi: 1) Menyiapkan dokumen persyaratan, 2) Mengajukan permohonan di kantor Pegadaian terdekat, 3) Menunggu verifikasi dan survei, 4) Menandatangani akad pinjaman, 5) Menerima pencairan dana. Penting untuk memastikan kelengkapan data dan mengikuti prosedur dengan teliti.
Memahami KUR Syariah Pegadaian
KUR Syariah Pegadaian merupakan fasilitas pembiayaan usaha yang disediakan oleh PT Pegadaian (Persero) berdasarkan prinsip syariah. Produk ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan bisnisnya.
Berbeda dengan KUR konvensional, KUR Syariah Pegadaian tidak menggunakan sistem bunga melainkan akad bagi hasil (mudharabah) atau jual beli (murabahah). Hal ini membuat produk ini sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam.
Persyaratan Pengajuan KUR Syariah Pegadaian
Sebelum mengajukan KUR Syariah Pegadaian, pastikan Anda telah memenuhi persyaratan berikut:
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Memiliki usaha produktif dan dapat menunjukkan bukti kepemilikan usaha.
- Memiliki agunan berupa barang bergerak yang dapat diikat gadai (seperti perhiasan, kendaraan, atau logam mulia).
- Tidak sedang menerima pembiayaan dari lembaga keuangan lain.
- Tidak masuk dalam daftar hitam di Biro Informasi Kredit (BI Checking).
- Bersedia menyerahkan dokumen yang dipersyaratkan oleh pihak Pegadaian.
Langkah-langkah Pengajuan KUR Syariah Pegadaian
1. Mengajukan Permohonan
Untuk memulai proses pengajuan, Anda dapat datang langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat dan mengajukan permohonan KUR Syariah. Anda akan diminta mengisi formulir pengajuan dan melampirkan dokumen-dokumen yang diperlukan.
Misal: Pada menu pengajuan, Anda akan diminta untuk mengisi data diri, alamat usaha, jenis usaha, nilai pembiayaan yang dibutuhkan, dan informasi agunan yang akan digunakan.
2. Proses Verifikasi dan Survei
Setelah pengajuan diproses, pihak Pegadaian akan melakukan verifikasi dokumen dan survei ke tempat usaha Anda. Tujuannya adalah untuk memastikan keabsahan data dan kelayakan usaha Anda.
Tips: Pastikan tempat usaha Anda dalam kondisi rapi dan siap untuk disuvei. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar usaha Anda.
3. Akad Pembiayaan
Jika permohonan Anda disetujui, Anda akan dipanggil untuk menandatangani akad pembiayaan. Dalam akad ini, Anda akan menyepakati jangka waktu pinjaman, jumlah pinjaman, margin/bagi hasil, dan ketentuan lainnya.
Tips: Bacalah dengan teliti seluruh isi akad dan pastikan Anda memahami setiap klausulnya sebelum menandatangani.
4. Pencairan Dana
Setelah akad ditandatangani, dana KUR Syariah Pegadaian akan segera dicairkan ke rekening Anda. Pastikan Anda menggunakan dana tersebut sesuai dengan tujuan pengajuan dan tidak menyalahgunakan.
Tips: Catat semua tanggal penting terkait jatuh tempo pembayaran cicilan agar Anda tidak terlambat.
Studi Kasus Nyata
Siti, seorang pemilik toko kelontong, mengajukan KUR Syariah Pegadaian untuk memperluas usahanya. Setelah melengkapi semua persyaratan, ia berhasil mendapatkan pinjaman Rp50 juta dengan akad murabahah (jual beli).
Dengan modal tambahan tersebut, Siti dapat membeli lebih banyak stok barang dagangan dan menambah gerai toko di lokasi strategis. Dalam 1 tahun, omzet usahanya meningkat 30% dan Siti mampu melakukan pembayaran cicilan KUR Syariah dengan lancar.
Kendala Umum dan Solusinya
Berikut 5 penyebab umum pengajuan KUR Syariah Pegadaian gagal dan cara mengatasinya:
- Dokumen tidak Lengkap – Pastikan Anda menyiapkan seluruh dokumen yang dipersyaratkan, termasuk surat-surat agunan dan bukti kepemilikan usaha.
- Agunan Tidak Memenuhi Syarat – Barang yang dijaminkan harus berupa barang bergerak yang dapat diikat gadai, seperti perhiasan, kendaraan, atau logam mulia.
- Usaha Tidak Layak – Pastikan usaha Anda sudah berjalan minimal 1 tahun dan memiliki prospek yang baik di masa mendatang.
- Masuk Daftar Hitam BI – Jika Anda pernah memiliki kredit macet di bank lain, pastikan sudah tidak masuk dalam daftar hitam BI.
- Kesalahan Pengisian Formulir – Teliti kembali setiap isian formulir sebelum diserahkan ke pihak Pegadaian.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Plafon Pinjaman | Rp 10 juta – Rp 500 juta |
| Jangka Waktu | 6 bulan – 4 tahun |
| Suku Margin/Bagi Hasil | Sesuai kebijakan Pegadaian, berkisar 10%-18% per tahun |
| Agunan | Barang bergerak yang dapat diikat gadai (perhiasan, kendaraan, logam mulia) |
FAQ Seputar KUR Syariah Pegadaian
1. Apakah syarat-syarat mengajukan KUR Syariah Pegadaian?
Syarat utama mengajukan KUR Syariah Pegadaian adalah: 1) Warga Negara Indonesia, 2) Memiliki usaha produktif, 3) Memiliki agunan berupa barang bergerak, 4) Tidak sedang menerima pembiayaan dari lembaga lain, dan 5) Tidak masuk daftar hitam BI.
2. Berapa bunga/margin yang dikenakan untuk KUR Syariah Pegadaian?
Suku margin/bagi hasil yang dikenakan untuk KUR Syariah Pegadaian berkisar antara 10%-18% per tahun, sesuai dengan kebijakan Pegadaian. Besaran ini dapat berbeda-beda tergantung kondisi usaha pemohon.
3. Apakah ada biaya tambahan selain margin/bagi hasil?
Selain margin/bagi hasil, biasanya juga dikenakan biaya administrasi dan biaya asuransi. Besaran biaya-biaya ini akan dijelaskan secara rinci pada saat penandatanganan akad pembiayaan.
4. Berapa lama proses pengajuan KUR Syariah Pegadaian?
Proses pengajuan KUR Syariah Pegadaian biasanya memakan waktu 5-10 hari kerja, tergantung kelengkapan dokumen dan kecepatan proses verifikasi dari pihak Pegadaian.
5. Bagaimana jika saya gagal membayar cicilan KUR Syariah?
Jika Anda terlambat atau gagal membayar cicilan KUR Syariah, pihak Pegadaian dapat melakukan penyitaan terhadap agunan yang Anda berikan. Oleh karena itu, pastikan Anda benar-benar memahami kemampuan keuangan Anda sebelum mengajukan pembiayaan.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi, bukan saran finansial profesional. Limbangantengah.id tidak bekerja sama dengan pemerintah/instansi terkait.
Itulah penjelasan lengkap mengenai cara sukses mengajukan KUR Syariah Pegadaian di tahun 2026. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang membutuhkan suntikan modal untuk mengembangkan usaha. Jika masih ada pertanyaan, silakan tinggalkan komentar di bawah.