Investasi saham kini bukan lagi hal yang eksklusif bagi pemilik modal besar. Dengan kemajuan teknologi finansial, akses ke pasar modal Indonesia (IDX) menjadi sangat mudah hanya melalui genggaman tangan. Siapa saja kini bisa menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan besar di Indonesia dengan modal yang sangat terjangkau.
Namun, kemudahan ini sering kali membingungkan bagi pemula yang baru pertama kali terjun. Mulai dari istilah asing seperti RDN (Rekening Dana Nasabah), lot, hingga mekanisme pasar yang dinamis. Artikel ini akan membahas tuntas langkah-langkah praktis mulai dari persiapan dokumen hingga sukses melakukan transaksi pembelian saham pertama secara aman.
Quick Answer: Cara Beli Saham
Syarat dan Dokumen untuk Membeli Saham
Sebelum masuk ke teknis aplikasi, calon investor wajib menyiapkan beberapa dokumen identitas. Data ini diperlukan karena pasar modal diawasi ketat oleh regulator dan memerlukan prinsip Know Your Customer (KYC) layaknya membuka rekening bank.
Dokumen utama yang wajib ada adalah e-KTP yang valid. Selain itu, siapkan juga buku tabungan atau mobile banking atas nama pribadi yang akan digunakan untuk pencairan dana nantinya. NPWP sering kali diminta, namun beberapa sekuritas kini memperbolehkan pendaftaran tanpa NPWP dengan konsekuensi potongan pajak dividen yang sedikit lebih tinggi.
Tips Memilih Aplikasi Sekuritas Terbaik & Aman
Memilih “kendaraan” atau broker adalah langkah krusial. Di Indonesia, perusahaan yang memfasilitasi jual beli saham disebut Perusahaan Sekuritas. Pastikan hanya memilih sekuritas yang sudah memiliki izin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menjadi anggota Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selain legalitas, perhatikan juga fitur aplikasi dan biaya transaksi. Bagi pemula, tampilan antarmuka (UI) yang sederhana dan fitur edukasi sangatlah membantu. Berikut perbandingan aspek yang perlu diperhatikan:
| Fitur Sekuritas | Keterangan untuk Pemula |
|---|---|
| Minimum Deposit | Cari yang tanpa minimum deposit (bisa mulai Rp100.000). |
| Fee Transaksi | Rata-rata fee beli 0.15% & jual 0.25%. Pilih yang kompetitif. |
| ✅ Fitur Belajar | Sangat disarankan pilih yang memiliki akun demo atau akademi. |
Cara Daftar dan Buka Rekening Dana Nasabah (RDN)
Setelah memilih aplikasi, langkah selanjutnya adalah registrasi. Proses ini kini 100% online tanpa perlu kirim dokumen fisik. Calon investor akan diminta mengisi formulir data diri, pekerjaan, dan sumber dana sesuai prosedur Anti-Money Laundering.
Pada tahap ini, investor juga akan dibuatkan Rekening Dana Nasabah (RDN) atau RDI (Rekening Dana Investor). RDN adalah rekening tampungan khusus atas nama investor yang digunakan untuk menyelesaikan transaksi saham. Uang di RDN aman dan terpisah dari aset perusahaan sekuritas. Proses verifikasi biasanya memakan waktu 1-2 hari kerja, meski beberapa sekuritas modern bisa menyelesaikannya dalam hitungan jam.
Panduan Cara Beli Saham di Aplikasi (Step-by-Step)
Setelah akun aktif dan RDN sudah diisi saldo (top up), proses pembelian saham bisa dilakukan. Mekanisme pembelian saham di Indonesia menggunakan sistem satuan “Lot”, di mana 1 Lot setara dengan 100 lembar saham.
Berikut simulasi teknis pembeliannya:
- Cari Emiten: Masukkan kode saham (misal: BBCA, TLKM, UNVR) di kolom pencarian aplikasi.
- Klik Tombol Buy/Beli: Masuk ke menu order.
- Input Harga: Tentukan di harga berapa ingin membeli. Jika ingin langsung dapat barang, pasang di harga “Offer” terendah.
- Input Jumlah Lot: Masukkan jumlah lot yang diinginkan sesuai ketersediaan saldo RDN.
- Konfirmasi: Periksa kembali total nominal dan klik konfirmasi (Confirm). Jika status order “Match” atau “Done”, maka saham sudah resmi masuk ke portofolio.
Memahami Biaya Transaksi dan Pajak Saham
Investasi saham tidak lepas dari biaya-biaya kecil yang menyertainya. Pemula sering kali kaget karena saldo RDN berkurang sedikit lebih banyak dari harga saham yang dibeli. Hal ini wajar karena adanya komponen biaya transaksi (brokerage fee).
Biaya beli biasanya berkisar 0,15% – 0,19% dari total transaksi, sedangkan biaya jual berkisar 0,25% – 0,29%. Biaya jual lebih tinggi karena sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,1% yang langsung dipotong saat transaksi penjualan terjadi. Jadi, keuntungan yang didapatkan investor dari capital gain sebenarnya sudah bersih dari pajak transaksi.
Hal Krusial yang Wajib Diketahui Pemula
Selain cara teknis menekan tombol beli, ada dua mekanisme pasar yang sering luput dari perhatian pemula namun sangat vital. Memahami hal ini akan menghindarkan investor dari kesalahan order yang fatal.
Jam Perdagangan Bursa Pasar saham tidak buka 24 jam seperti pasar kripto. Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki jadwal perdagangan Senin-Jumat yang terbagi dua sesi:
- Sesi I: 09.00 – 12.00 WIB
- Sesi II: 13.30 – 16.00 WIB (Senin-Kamis) / 16.15 WIB (Jumat) Transaksi di luar jam tersebut akan masuk antrean (queued) untuk hari berikutnya.
Limit Order vs Market Order Saat menginput harga, investor bisa memilih antre di harga tertentu (Limit Order) atau langsung membeli di harga pasar saat itu (Market Order). Bagi pemula, disarankan hati-hati menggunakan fitur Market Order pada saham dengan volatilitas tinggi karena bisa mendapatkan harga yang jauh lebih mahal dari perkiraan awal.
Kesimpulan
Membeli saham online kini prosesnya sangat transparan dan terlindungi regulasi yang ketat. Kuncinya ada pada pemilihan sekuritas yang legal dan pemahaman dasar mengenai mekanisme transaksi per lot. Mulailah dengan nominal kecil yang Anda relakan untuk belajar (“uang dingin”) sambil terus meningkatkan literasi finansial mengenai analisis perusahaan.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan merupakan saran investasi atau ajakan membeli saham tertentu. Investasi saham mengandung risiko pasar. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Berapa modal minimal beli saham? Modal minimal bergantung pada harga saham per lembar. Karena minimal beli adalah 1 lot (100 lembar), jika harga saham Rp50/lembar, maka modalnya hanya Rp5.000. Namun, umumnya disarankan mulai dengan Rp100.000 untuk pilihan saham yang lebih beragam.
Apakah bisa beli saham tanpa NPWP? Bisa. Mayoritas sekuritas memperbolehkan pembukaan rekening tanpa NPWP. Namun, jika nanti mendapatkan dividen (bagi hasil laba perusahaan), investor tanpa NPWP akan dikenakan potongan pajak dividen yang lebih tinggi (30%) dibandingkan yang memiliki NPWP (10% atau 0% jika diinvestasikan kembali).
Apa bedanya nabung saham dan trading? Nabung saham (investing) berfokus pada jangka panjang dan fundamental perusahaan untuk pertumbuhan aset. Sementara trading berfokus pada fluktuasi harga jangka pendek (harian/mingguan) untuk mencari keuntungan cepat, yang membutuhkan analisis teknikal lebih mendalam.
