Beranda » Ekonomi » Bunga Deposito BCA 100 Juta Per Bulan – Simulasi 2026

Bunga Deposito BCA 100 Juta Per Bulan – Simulasi 2026

Menyimpan dana dalam instrumen deposito masih menjadi pilihan favorit bagi masyarakat Indonesia yang mengutamakan keamanan finansial. Salah satu bank swasta terbesar yang kerap menjadi tujuan adalah Bank Central Asia (BCA), berkat reputasinya yang solid dan layanan digital yang mumpuni. Pertanyaan yang sering muncul adalah, berapa sebenarnya keuntungan riil dari Bunga Deposito BCA jika menempatkan dana sebesar Rp100 juta?

Banyak calon deposan sering kali keliru dalam memperkirakan imbal hasil karena melupakan faktor pajak dan fluktuasi suku bunga. Padahal, mengetahui simulasi hitungan yang akurat sangat penting untuk perencanaan arus kas bulanan. Apalagi di tahun 2026 ini, terdapat penyesuaian suku bunga acuan yang mempengaruhi kebijakan perbankan.

Artikel ini akan mengupas tuntas simulasi perhitungan, potongan pajak, hingga perbandingan keuntungan deposito BCA dengan instrumen lain. Jadi, calon nasabah bisa mendapatkan gambaran jelas sebelum memutuskan untuk mengunci dana.


Quick Answer: Ringkasan Simulasi

Singkatnya, dengan asumsi suku bunga deposito BCA rata-rata di angka 2.00% – 3.25% per tahun (tergantung tenor dan nominal) pada tahun 2026, penempatan dana Rp100 juta akan menghasilkan bunga kotor sekitar Rp166.666 hingga Rp270.833 per bulan.

Namun, setelah dipotong pajak PPh Final sebesar 20%, bunga bersih yang diterima nasabah berkisar antara Rp133.333 hingga Rp216.666 per bulan. Angka ini bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan BCA.


Disclaimer Penting

Informasi suku bunga, biaya, dan simulasi dalam artikel ini berdasarkan data per Januari 2026. Kebijakan suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Untuk informasi terkini dan paling akurat, silakan kunjungi situs resmi bca.co.id atau hubungi Halo BCA.


Update Suku Bunga Deposito BCA 2026

Sebelum masuk ke hitungan rinci, hal pertama yang wajib diketahui adalah besaran persentase bunga yang ditawarkan. Bank BCA biasanya membedakan suku bunga berdasarkan nominal penempatan dan jangka waktu (tenor).

Pada tahun 2026, tren suku bunga perbankan buku IV (bank modal inti besar) cenderung stabil namun kompetitif. BCA menawarkan suku bunga deposito Rupiah yang bervariasi mulai dari tenor 1 bulan hingga 12 bulan.

Biasanya, suku bunga counter (yang tertera di papan atau web) sedikit berbeda dengan special rate yang mungkin ditawarkan untuk nasabah prioritas atau penempatan dana jumbo. Namun, untuk kategori umum di bawah Rp2 miliar, suku bunga counter adalah patokan utamanya.

Baca Juga:  10 Pinjol Cepat Cair Resmi OJK & Bunga Rendah 2026

Berikut adalah estimasi tabel suku bunga deposito Rupiah BCA yang berlaku saat ini:

Jangka Waktu (Tenor)Suku Bunga (< Rp100 Miliar)Suku Bunga (≥ Rp100 Miliar)
1 Bulan2.00% p.a2.10% p.a
3 Bulan2.25% p.a2.40% p.a
6 Bulan2.50% p.a2.60% p.a
12 Bulan2.00% – 3.00% p.a2.10% – 3.10% p.a

Nah, terlihat bahwa tenor 3 dan 6 bulan seringkali menawarkan sweet spot atau bunga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan tenor 1 bulan. Strategi pemilihan tenor ini sangat krusial bagi deposan agar dana tidak “mati” terlalu lama dengan bunga rendah, atau sebaliknya.


Simulasi Hitung Bunga Deposito BCA 100 Juta

Sekarang mari masuk ke inti pembahasan. Berapa uang yang benar-benar masuk ke rekening jika menaruh Rp100 juta?

Perlu diingat bahwa bunga yang diiklankan oleh bank adalah bunga per tahun (per annum). Jadi, untuk mengetahui pendapatan bulanan, angka tersebut harus dibagi 12 bulan. Selain itu, ada kewajiban pajak yang harus dipenuhi.

Berikut adalah simulasi perhitungan pendapatan bunga deposito BCA untuk nominal Rp100.000.000 dengan berbagai asumsi suku bunga:

Suku Bunga (p.a)Bunga Kotor / BulanPajak (20%)Bunga Bersih / Bulan
2.00%Rp166.666Rp33.333Rp133.333
2.25%Rp187.500Rp37.500Rp150.000
2.50%Rp208.333Rp41.666Rp166.667
3.00%Rp250.000Rp50.000Rp200.000
3.25%Rp270.833Rp54.166Rp216.667

Data di atas menunjukkan bahwa selisih suku bunga 0,25% saja bisa mempengaruhi nominal akhir yang diterima. Jadi, sangat disarankan untuk memantau promo bunga deposito yang terkadang ditawarkan via aplikasi myBCA atau KlikBCA.


Rumus Cara Menghitung Bunga Deposito

Bagi yang ingin melakukan perhitungan mandiri dengan nominal berbeda, misalnya Rp500 juta atau Rp1 miliar, pemahaman rumus dasarnya sangat diperlukan. Ternyata, formulanya cukup sederhana dan bisa dihitung menggunakan kalkulator ponsel.

Rumus dasar perhitungan bunga deposito terbagi menjadi dua tahap: menghitung bunga kotor dan menghitung bunga bersih setelah pajak.

1. Rumus Bunga Kotor (Gross)

Ini adalah total bunga sebelum dipotong pajak.

$$Bunga = \frac{Nominal \times Suku Bunga \times Jumlah Hari}{365}$$

Catatan: Untuk penyederhanaan simulasi bulanan, seringkali digunakan pembagi 12 bulan.

2. Rumus Bunga Bersih (Net)

Ini adalah uang real yang masuk ke rekening.

$$Bunga Bersih = Bunga Kotor – (Bunga Kotor \times 20\%)$$

Contoh kasus nyata:

Seorang nasabah menempatkan Rp100.000.000 dengan bunga 2.50% selama 1 bulan (30 hari).

  1. Bunga Kotor: Rp100.000.000 x 2.50% x (30/365) = Rp205.479
  2. Pajak: Rp205.479 x 20% = Rp41.095
  3. Diterima: Rp205.479 – Rp41.095 = Rp164.384
Baca Juga:  Cara Menghitung Bunga Kredit Bank (Flat, Efektif, Anuitas) 2026

Hasilnya mungkin sedikit berbeda dengan simulasi tabel di atas karena faktor jumlah hari kalender (30 hari vs 31 hari) yang digunakan oleh sistem bank.


Pajak Deposito: Faktor Pengurang Keuntungan

Seringkali nasabah kaget mengapa bunga yang diterima tidak utuh. Di Indonesia, bunga deposito merupakan objek pajak. Pemerintah menetapkan regulasi PPh (Pajak Penghasilan) Final untuk bunga tabungan dan deposito.

Berikut adalah ketentuan pajak yang berlaku per 2026:

  • Saldo > Rp7.500.000: Dikenakan pajak sebesar 20% dari bunga yang didapat.
  • Saldo ≤ Rp7.500.000: Bebas pajak bunga (0%).

Karena dalam simulasi ini nominal penempatan adalah Rp100 juta (di atas Rp7,5 juta), maka wajib terkena potongan 20%. Tidak ada cara legal untuk menghindari pajak ini jika menempatkan dana di bank resmi di Indonesia, kecuali dana tersebut ditempatkan pada instrumen lain yang bukan objek pajak atau memiliki tarif pajak lebih rendah (seperti Reksa Dana).


Fitur ARO: Memaksimalkan Keuntungan

Salah satu strategi agar dana Rp100 juta tersebut bisa berkembang lebih cepat adalah dengan memanfaatkan fitur Automatic Roll Over (ARO). Saat membuka deposito di BCA, nasabah akan dihadapkan pada opsi perpanjangan.

Ada dua jenis ARO yang umum ditawarkan:

  1. ARO (Pokok):Saat jatuh tempo, uang pokok Rp100 juta akan didepositokan ulang secara otomatis untuk periode berikutnya. Bunga yang dihasilkan bulan lalu akan ditransfer ke rekening tabungan.
    • Cocok untuk: Nasabah yang butuh tambahan uang bulanan untuk bayar listrik atau belanja.
  2. ARO Plus (Pokok + Bunga):Saat jatuh tempo, bunga tidak dicairkan ke rekening, melainkan ditambahkan ke pokok deposito. Jadi, pada bulan kedua, pokok deposito bukan lagi Rp100 juta, melainkan Rp100.166.667 (contoh).
    • Cocok untuk: Nasabah yang ingin memaksimalkan compound interest (bunga berbunga) untuk tabungan jangka panjang.

Fitur ARO Plus ini sangat disarankan jika dana tersebut memang “uang dingin” yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat.


Kelebihan dan Kekurangan Deposito BCA

Sebelum memantapkan hati, ada baiknya menimbang sisi positif dan negatif menempatkan dana deposito di bank sekelas BCA dibandingkan instrumen investasi lain.

AspekKelebihan (Pros)Kekurangan (Cons)
Keamanan✅ Sangat tinggi (Bank BUKU IV & Peserta LPS)
Likuiditas✅ Bisa dijadikan jaminan kredit⚠️ Ada denda/penalti jika cair sebelum jatuh tempo
Return✅ Pasti dan tetap (fixed rate)⚠️ Suku bunga relatif lebih rendah dibanding Bank Digital
Aksesibilitas✅ Mudah via myBCA/KlikBCA

Jadi, deposito BCA memang bukan alat untuk menjadi kaya dengan cepat, melainkan alat untuk mempertahankan kekayaan (wealth preservation) dengan risiko yang sangat minim.

Baca Juga:  Limit Transfer Mandiri 2026: Harian, Bulanan & Cara Menaikkan

Cara Buka Deposito via myBCA

Kabar baiknya, di tahun 2026 ini nasabah tidak perlu lagi antre di kantor cabang hanya untuk membuka deposito. Aplikasi myBCA (yang merupakan evolusi dari BCA Mobile) sudah memiliki fitur pembukaan e-Deposito yang sangat mudah.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Login ke aplikasi myBCA.
  2. Pilih menu “Deposito”.
  3. Klik “Pembukaan Deposito”.
  4. Pilih “Rupiah” sebagai mata uang.
  5. Tentukan Jangka Waktu (1, 3, 6, atau 12 bulan).
  6. Masukkan Nominal Deposito (Minimal Rp8.000.000 via myBCA).
  7. Pilih jenis perpanjangan (ARO / ARO Plus / Non-ARO).
  8. Konfirmasi data dan masukkan PIN.
  9. Selesai! Bukti kepemilikan deposito (bilyet digital) akan muncul di aplikasi.

Proses ini hanya memakan waktu kurang dari 5 menit. Pencairan pun bisa dilakukan langsung dari aplikasi saat jam kerja, dan dana akan langsung masuk ke rekening sumber.


FAQ (Pertanyaan Umum)

  • 1. Apakah deposito BCA aman dijamin LPS?

Ya, simpanan di BCA dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama nominal total simpanan nasabah di satu bank tidak melebihi Rp2 miliar dan suku bunga yang diterima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS yang berlaku.

  • 2. Berapa minimal setoran deposito BCA?

Untuk pembukaan melalui aplikasi digital (myBCA/KlikBCA), minimal penempatan biasanya Rp8.000.000. Sedangkan untuk pembukaan di kantor cabang (bilyet fisik), minimal penempatan Rp10.000.000. (Ketentuan bisa berubah, cek info terbaru).

  • 3. Bisakah mencairkan deposito BCA sebelum jatuh tempo?

Bisa, namun akan dikenakan denda atau penalti. Biasanya bunga berjalan bulan tersebut tidak dibayarkan (hangus) dan mungkin ada biaya administrasi tambahan. Sangat disarankan untuk menunggu hingga tanggal jatuh tempo.

  • 4. Apakah bunga deposito BCA bisa berubah di tengah jalan?

Tidak. Bunga deposito bersifat fixed rate (tetap) selama jangka waktu deposito. Jika nasabah mengambil tenor 6 bulan dengan bunga 2.50%, maka angka itu akan berlaku selama 6 bulan meskipun bulan depan bunga pasar turun atau naik. Perubahan bunga baru berlaku saat perpanjangan (rollover).

  • 5. Apa bedanya e-Deposito dan Deposito Berjangka biasa?

Fungsinya sama persis. Bedanya hanya pada media pembukaan dan bukti kepemilikan. e-Deposito dibuka via aplikasi dan tanpa bilyet fisik (paperless), sedangkan Deposito biasa dibuka di cabang dan mendapat bilyet fisik. Bunga e-Deposito terkadang bisa sedikit lebih kompetitif.


Kesimpulan

Menempatkan dana Rp100 juta di Deposito BCA pada tahun 2026 merupakan langkah cerdas bagi profil risiko konservatif yang mengutamakan ketenangan pikiran. Meskipun imbal hasil bersih berkisar di angka Rp133.000 – Rp216.000 per bulan, keamanan yang ditawarkan oleh bank swasta terbesar di Indonesia ini menjadi nilai jual utamanya.

Bagi nasabah yang menginginkan return lebih tinggi, bisa mempertimbangkan diversifikasi ke Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau Reksa Dana Pasar Uang yang juga tersedia di fitur investasi aplikasi myBCA (Welma). Namun, jika likuiditas dan aksesibilitas adalah prioritas utama, Deposito BCA tetap menjadi juara.