Limbangantengah.id – Kondisi Andrie Yunus, korban penyiraman air keras oleh oknum prajurit BAIS TNI, masih memerlukan perawatan intensif per April 2026. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) melaporkan bahwa Andrie telah menjalani serangkaian operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Fatia Maulidiyanti, anggota TAUD, menjelaskan bahwa Andrie Yunus telah menjalani lima kali operasi kulit dan mata. Bahkan, Andrie masih harus berjuang untuk pemulihan beberapa bulan mendatang. Empat bulan lagi, tepatnya Agustus 2026, Andrie direncanakan untuk kembali menjalani operasi mata. Selain itu, proses hukum terhadap pelaku terus bergulir.
Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM
Selama 30 hari terakhir, Andrie Yunus mendapatkan perawatan intensif di RSCM. Serangan air keras tersebut menyebabkan luka bakar yang cukup parah di beberapa bagian tubuhnya. Operasi skin graft telah dilakukan di bagian paha, dada, leher, dan lengan guna memulihkan jaringan kulit yang rusak.
Fatia menambahkan, luka bakar juga mengenai bagian wajah Andrie. Cairan korosif yang digunakan dalam serangan tersebut memiliki tingkat kepekatan tinggi. Akibatnya, kontak dengan kulit manusia dapat menyebabkan kerusakan serius.
Ancaman Kebutaan dan Harapan Pemulihan
“Kami mengajak semua pihak untuk mendoakan agar operasi cangkok mata bagi Andrie bisa terlaksana dan ia bisa segera pulih,” tutur Fatia di depan RSCM pada Minggu, 12 April 2026. Pemulihan penglihatan menjadi prioritas utama dalam perawatan Andrie saat ini.
Kronologi Penyerangan Air Keras pada Andrie Yunus
Andrie Yunus menjadi korban penyiraman cairan kimia korosif pada 12 Maret 2026. Saat itu, Andrie sedang melintas di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. Penyerangan ini mengakibatkan luka bakar lebih dari 20 persen pada tubuhnya.
Catatan medis menunjukkan bahwa Andrie menderita luka bakar serius akibat serangan tersebut. Pelaku penyerangan telah diidentifikasi sebagai prajurit BAIS TNI. Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat sipil.
Proses Hukum Pelaku Penyerangan
Pusat Polisi Militer (Puspom) telah melimpahkan berkas perkara dan barang bukti ke Oditur Militer 07-II Jakarta pada pekan lalu. Jika berkas dinyatakan lengkap, maka kasus Andrie Yunus akan mulai diadili di Pengadilan Militer 08-II Jakarta.
Dari keterangan Puspom TNI, terdapat empat pelaku penyiraman yang telah diidentifikasi. Mereka adalah NDP, SL, BHW, dan ES. Keempatnya berasal dari matra udara dan laut. NDP berpangkat kapten, SL dan BHW berpangkat letnan satu, sedangkan ES berpangkat sersan dua.
Desakan Peradilan Umum dan Pembentukan TGPF Independen
Koalisi Masyarakat Sipil, termasuk Andrie Yunus, menolak proses hukum yang dijalankan melalui mekanisme peradilan militer. Mereka mendesak agar kasus percobaan pembunuhan berencana ini diadili di peradilan umum.
Selain itu, Koalisi Masyarakat Sipil juga mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen. TGPF ini diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta terkait kasus penyerangan secara transparan dan akuntabel. Menurut mereka, peradilan umum akan memberikan keadilan yang lebih baik bagi korban.
Dukungan dan Solidaritas untuk Andrie Yunus
Kasus Andrie Yunus telah memicu gelombang dukungan dan solidaritas dari berbagai elemen masyarakat. Banyak pihak mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menuntut penegakan hukum yang adil. Dukungan moral dan doa terus mengalir untuk kesembuhan Andrie.
Selain itu, berbagai organisasi masyarakat sipil terus mengawal kasus ini. Mereka memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan hak asasi manusia. Harapan akan pemulihan dan keadilan bagi Andrie Yunus terus digaungkan.
Operasi Cangkok Mata Andrie Yunus: Update Terbaru 2026
Seperti yang telah disebutkan, operasi cangkok mata menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pemulihan Andrie Yunus. Tim dokter di RSCM terus melakukan evaluasi dan persiapan untuk operasi tersebut. Diharapkan, operasi ini dapat memulihkan sebagian atau seluruh penglihatan Andrie.
Fatia Maulidiyanti menambahkan, keberhasilan operasi cangkok mata akan sangat berarti bagi Andrie. Hal ini tidak hanya akan memulihkan penglihatannya, tetapi juga memberikan harapan baru untuk masa depannya. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk kelancaran proses ini.
Perkembangan kondisi kesehatan Andrie Yunus akan terus diperbarui. Masyarakat berharap agar Andrie segera pulih dan mendapatkan keadilan atas apa yang menimpanya.
Kesimpulan
Kondisi Andrie Yunus pasca penyiraman air keras masih memerlukan perhatian serius. Perawatan intensif dan serangkaian operasi terus dijalani untuk memulihkan kondisi fisiknya. Proses hukum terhadap pelaku juga terus bergulir, dengan harapan keadilan dapat ditegakkan. Dukungan dan solidaritas dari masyarakat menjadi kekuatan bagi Andrie dalam menghadapi masa pemulihan ini.
