Beranda » Ekonomi » Tabungan Emas vs Perhiasan: Mana Lebih Untung 2026?

Tabungan Emas vs Perhiasan: Mana Lebih Untung 2026?

Emas sering dianggap sebagai safe haven atau pelindung nilai kekayaan yang paling aman saat ekonomi tidak menentu. Namun, masih banyak kebingungan di tengah masyarakat mengenai bentuk kepemilikan emas yang paling menguntungkan. Apakah membeli kalung dan cincin emas di toko perhiasan, atau mulai membuka rekening Tabungan Emas secara digital?

Faktanya, meski sama-sama berbahan dasar logam mulia, kedua instrumen ini memiliki karakteristik, biaya, dan tujuan yang sangat bertolak belakang. Salah memilih instrumen bisa berakibat pada keuntungan yang tidak maksimal, atau bahkan kerugian saat aset tersebut dijual kembali. Artikel ini akan membedah secara sistematis dan netral mengenai mana yang lebih unggul untuk investasi jangka panjang.

💡 JAWABAN SINGKAT (QUICK ANSWER):Singkatnya, jika tujuannya murni untuk pertumbuhan aset dan investasi, Tabungan Emas (emas batangan/digital 24 karat) jauh lebih unggul karena tidak adanya komponen “ongkos bikin” yang hangus saat dijual. Sebaliknya, Emas Perhiasan lebih cocok sebagai aksesoris gaya hidup (lifestyle) yang memiliki fungsi ganda sebagai dana darurat, namun kurang optimal untuk mengejar imbal hasil tinggi karena adanya depresiasi biaya pembuatan.

Konsep Dasar: Karat dan Kemurnian

Hal pertama yang perlu dipahami adalah perbedaan kadar kemurnian antara kedua jenis aset ini. Tabungan Emas (baik digital maupun cetak) umumnya mengacu pada emas batangan dengan kadar kemurnian 24 karat (99,99%). Ini adalah standar internasional untuk logam mulia investasi (Fine Gold).

Berbeda halnya dengan emas perhiasan. Perhiasan membutuhkan logam campuran (seperti tembaga atau perak) agar bentuknya kokoh, tahan lama, dan bisa dibentuk menjadi desain yang rumit. Oleh karena itu, emas perhiasan biasanya memiliki kadar 18 karat (75%), 22 karat, atau bahkan lebih rendah. Semakin rendah karatnya, semakin sedikit kandungan emas murninya, yang tentu mempengaruhi nilai jualnya di masa depan.

Baca Juga:  KTA Tanpa Slip Gaji 2026: 10 Bank & Fintech Cepat Cair (Syarat & Bunga)

Struktur Biaya: Jebakan “Ongkos Bikin”

Poin inilah yang sering luput dari perhatian investor pemula. Saat membeli perhiasan, harga yang dibayarkan terdiri dari dua komponen: harga bahan emas dan ongkos pembuatan (desain/kerumitan). Biaya pembuatan ini bisa mencapai 10% hingga 20% dari total harga barang. Masalahnya, saat perhiasan tersebut dijual kembali, toko emas tidak akan menghitung ongkos bikin. Mereka hanya membayar berat emasnya saja.

Di sisi lain, Tabungan Emas tidak memiliki komponen ongkos bikin yang signifikan. Biaya yang muncul biasanya hanya selisih harga jual-beli (spread) dan biaya administrasi atau biaya cetak (jika ingin mengubah saldo digital menjadi fisik). Ketiadaan biaya pembuatan ini membuat potensi keuntungan bersih (net profit) pada tabungan emas menjadi lebih cepat tercapai dibandingkan perhiasan.


Harga Jual Kembali (Buyback) dan Likuiditas

Bagaimana kemudahan menjual aset tersebut saat membutuhkan dana tunai? Perhiasan emas biasanya paling ideal jika dijual kembali ke toko yang sama tempat membelinya (dengan menyertakan surat pembelian). Jika dijual ke toko lain, harganya seringkali ditekan atau dipotong cukup besar (bisa rugi 10-25%). Selain itu, jika perhiasan rusak, patah, atau hilang suratnya, potongan harganya akan semakin drastis.

Sementara itu, Tabungan Emas memiliki standar harga yang lebih transparan dan berlaku nasional. Platform tabungan emas digital atau Pegadaian biasanya mengupdate harga buyback setiap hari mengikuti harga pasar dunia. Saldo emas bisa dicairkan kapan saja menjadi uang tunai melalui aplikasi atau outlet tanpa perlu khawatir soal kondisi fisik barang (karena bentuknya saldo digital) atau surat-surat yang hilang.


Risiko Penyimpanan dan Keamanan

Faktor keamanan juga menjadi pertimbangan vital dalam investasi jangka panjang. Memiliki koleksi perhiasan emas di rumah tentu meningkatkan risiko pencurian atau kehilangan. Pemilik perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli brankas atau menyewa Safe Deposit Box (SDB) di bank jika jumlahnya sudah signifikan.

Baca Juga:  Pinjaman Gadai Emas: Perbandingan Pegadaian vs Bank (Lengkap 2026)

Sebaliknya, Tabungan Emas menawarkan keamanan yang lebih terjamin karena emas disimpan secara fisik oleh lembaga penyedia (kustodian) atau tercatat secara digital dalam sistem. Risiko kehilangan fisik menjadi nol. Pastikan saja memilih penyedia layanan tabungan emas yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bappebti untuk menjamin keamanan dana.


Simulasi Perhitungan Keuntungan (Studi Kasus)

Untuk memperjelas perbedaan potensi keuntungan, mari lihat simulasi sederhana berikut. Asumsikan modal awal Rp10.000.000 digunakan untuk membeli aset dan disimpan selama 5 tahun.

Skenario A: Membeli Perhiasan

  • Dari Rp10 Juta, sekitar Rp1,5 Juta – Rp2 Juta adalah ongkos bikin.
  • Nilai emas murni yang didapat hanya setara Rp8 Juta – Rp8,5 Juta.
  • Saat harga emas naik 20% dalam 5 tahun, kenaikan itu dihitung dari basis nilai emasnya saja.
  • Saat dijual, ongkos bikin Rp2 Juta tadi hangus total. Keuntungan baru terasa jika kenaikan harga emas sudah melampaui persentase ongkos bikin tersebut.

Skenario B: Membeli Tabungan Emas

  • Rp10 Juta dikonversi hampir seluruhnya menjadi gramasi emas (dikurangi sedikit spread).
  • Jika harga emas naik 20%, maka nilai aset juga naik mendekati 20%.
  • Tidak ada beban biaya pembuatan yang harus “ditebus” atau “ditutup” terlebih dahulu sebelum mulai mencetak profit.

Kesimpulannya, titik impas (break even point) pada tabungan emas jauh lebih cepat dicapai dibandingkan perhiasan.


Tabel Perbandingan Lengkap

Berikut adalah ringkasan perbandingan antara kedua instrumen investasi ini untuk memudahkan pengambilan keputusan.

Fitur / AspekPerhiasan EmasTabungan Emas
Kadar Kemurnian18K – 22K (Campuran)24K (99,99% Murni)
Biaya PembelianHarga Emas + Ongkos Bikin (Mahal)Harga Emas + Admin Kecil
Harga Jual (Buyback)Potongan besar (Ongkos bikin hilang)Sesuai harga pasar (Spread rendah)
⚠️ Tujuan UtamaGaya Hidup (Lifestyle)Investasi (Wealth)
Fleksibilitas JualTerbatas (Toko tertentu/Surat wajib ada)Tinggi (Bisa cairkan online kapan saja)
KeamananRisiko hilang/dicuri tinggiAman tersimpan di sistem/kustodian
Baca Juga:  7 Cara Hitung Kemampuan Cicilan KPR dari Gaji 2026

FAQ Seputar Investasi Emas

Apakah saldo Tabungan Emas bisa dicetak fisiknya?

Bisa. Mayoritas penyedia layanan tabungan emas memfasilitasi pencetakan saldo menjadi emas batangan fisik (seperti Antam atau UBS). Namun, perlu diingat bahwa proses pencetakan ini akan dikenakan “biaya cetak” tambahan sesuai dengan berat gramasi yang diminta.

Apakah perhiasan emas sama sekali tidak menguntungkan?

Tidak juga. Perhiasan tetap menguntungkan jika disimpan dalam jangka waktu yang sangat panjang (di atas 5-10 tahun) sehingga kenaikan harga emas dunia sudah menutupi biaya ongkos bikin yang hilang. Namun, persentase keuntungannya tetap di bawah emas batangan/tabungan emas.

Apakah ada pajak dalam transaksi emas?

Ya, sesuai regulasi PMK No. 48 Tahun 2023. Pembelian emas batangan dikenakan PPh Pasal 22 (0,25% bagi yang punya NPWP). Namun, tarif pajaknya relatif kecil dibandingkan potensi kenaikan harga jangka panjang.

Apa risiko terbesar Tabungan Emas Digital?

Risiko utamanya adalah keamanan siber (cyber security) pada platform penyedia atau kegagalan sistem. Oleh karena itu, sangat krusial untuk hanya membuka rekening di lembaga keuangan yang legal, kredibel, dan diawasi OJK.

Mana yang lebih baik untuk Dana Darurat?

Tabungan Emas lebih disarankan karena likuiditasnya. Proses pencairannya menjadi uang tunai biasanya lebih cepat dan tidak memerlukan tawar-menawar harga seperti saat menjual perhiasan di toko.


Kesimpulan

Memilih antara perhiasan dan tabungan emas sebenarnya kembali pada tujuan awal penggunaan dana. Jika tujuannya adalah untuk mempercantik diri sekaligus “menabung tipis-tipis”, maka perhiasan adalah pilihan yang valid. Namun, jika tujuannya murni untuk investasi jangka panjang, memaksimalkan imbal hasil, dan mempersiapkan dana masa depan (seperti dana pendidikan atau haji), maka tabungan emas atau emas batangan 24K adalah pemenangnya.

Hindari mencampuradukkan tujuan gaya hidup dengan investasi agar portofolio keuangan tetap sehat. Mulailah dengan nominal kecil namun konsisten, karena kunci investasi emas adalah durasi waktu (time frame) dan kedisiplinan.


Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan saran keuangan profesional. Kinerja investasi masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Keputusan untuk membeli atau menjual aset sepenuhnya berada di tangan pembaca. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum berinvestasi.