Beranda » Berita » Ketum PBNU 2026: Cucu Pendiri NU Gemparkan IKA PMII

Ketum PBNU 2026: Cucu Pendiri NU Gemparkan IKA PMII

Limbangantengah.idKiai Abdussalam Shohib atau Gus Salam, Pengasuh PP Mambaul Ma’arif, membuat kejutan saat menghadiri Halal Bihalal (HBH) Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (IKA PMII) Jombang. Cucu salah satu pendiri (Nahdlatul Ulama), Mbah Bishri Syansuri, ini mendeklarasikan diri sebagai calon Ketum PBNU untuk Muktamar ke-35 NU pada Agustus-September 2026 mendatang.

Kedatangan sontak disambut riuh tepuk tangan para hadirin Jombang. Pengumuman pencalonannya menambah semarak acara Halal Bihalal tersebut. Gus Salam menegaskan bahwa pencalonannya merupakan perintah dari para kiai.

Gus Salam: Niat Jadi Ketum PBNU 2026 karena Perintah Kiai

“Saya diperintah para kiai saya untuk berikhtiar menjadi dalam gelaran Muktamar ke-35 NU Agustus-September nanti,” ungkap Gus Salam pada Minggu (12/4/2026). Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi keseriusannya untuk bersaing dalam bursa pemilihan Ketum PBNU.

Lebih lanjut, Gus Salam menjelaskan bahwa niatnya ini adalah bentuk kepatuhan terhadap guru dan sesepuh NU. “Ini soal niat, menata niat ikut kandidat calon Ketua Umum PBNU. Dan, saya sam’an wa tho’atan menjalankan perintah dan berikhitar maksimal memenuhi perintah para guru, sesepuh dan masyayikh pesantren dan NU,” imbuhnya.

Meski begitu, Gus Salam tidak memberikan detail spesifik alasan perintah para kiai tersebut. Menurutnya, para intelektual NU dan warga Nahdliyyin tentu memahami kondisi PBNU dan NU secara umum dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuka ruang interpretasi terkait tantangan dan harapan yang mungkin menjadi latar belakang pencalonannya.

Baca Juga:  Bisnis Reseller 2026: 7 Produk Paling Laris & Strategi Cuan

Mohon Restu dan Nasehat dari Intelektual NU

Gus Salam memanfaatkan momentum tersebut untuk meminta dukungan dan masukan dari para tokoh NU yang hadir. “Pada kesempatan ini, di hadapan para kiai dan intelektual NU saya hanya mohon doa restu dan nasehat. Serta, berharap ada masukan saran-pendapat demi kelancaran bisa memenuhi perintah untuk maju menjadi Ketua Umum PBNU,” tegasnya.

Pernyataan ini menunjukkan kesadaran Gus Salam akan pentingnya dukungan dari berbagai elemen NU. Selain itu, permintaan nasehat juga mencerminkan sikap rendah hati dan keinginan untuk terus belajar serta memperbaiki diri.

Apresiasi dari IKA PMII Jombang

Ketua PC IKA PMII Jombang, Kiai Amir Maliki Abi Thalchah, menyambut baik niat Gus Salam untuk maju sebagai pada Muktamar ke-35 mendatang. Ia menilai Gus Salam memiliki modal kuat untuk memimpin NU ke depan.

“Gus Salam ini cucu muassis, bukan cicit atau buyut. Tapi, cucu; cucu hadratussyeikh KH Bishri Syansuri. Ini sanad terkuat, level cucu. Apalagi, Gus Salam ini sangat berpengalaman, kiai muda, energik dan mudah diterima di lingkungan NU,” tandasnya. Dukungan dari IKA PMII Jombang ini tentu menjadi amunisi berharga bagi Gus Salam.

Kenapa Sosok Cucu Pendiri NU Jadi Perhatian?

Faktanya, garis keturunan dalam organisasi seperti NU masih memiliki pengaruh kuat. Gus Salam sebagai cucu pendiri NU dianggap memiliki legitimasi moral dan spiritual yang tinggi. Hal ini bisa menjadi nilai tambah di mata para pemilih dalam Muktamar nanti.

Selain itu, pengalaman Gus Salam sebagai pengasuh pesantren juga menjadi bekal penting. Pengalaman mengelola lembaga dengan ribuan santri tentu melatih kemampuan kepemimpinan dan manajerialnya. Tidak hanya itu, usianya yang relatif muda juga memberikan harapan akan ide-ide segar dan inovatif.

Baca Juga:  AI Anti-Fraud Galaxy - Makin Canggih, Rilis Global Segera!

Muktamar NU ke-35: Ajang Pertarungan Ide dan Gagasan

merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan dalam organisasi NU. Ajang ini bukan hanya sekadar memilih ketua umum, tetapi juga menjadi momentum untuk merumuskan arah kebijakan NU ke depan. Berbagai isu penting seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan akan menjadi pembahasan utama.

Oleh karena itu, Muktamar NU selalu menjadi perhatian publik. Siapa pun yang terpilih menjadi ketua umum akan memegang amanah besar untuk membawa NU semakin berkontribusi bagi bangsa dan negara. Nama Gus Salam menjadi salah satu yang patut diperhitungkan dalam kontestasi Ketum PBNU 2026.

Tantangan PBNU ke Depan

Menjelang Muktamar ke-35 NU pada Agustus-September 2026, berbagai tantangan menanti PBNU. Di antaranya adalah bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan umat, merespons isu-isu global seperti perubahan iklim dan disrupsi teknologi, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, sosok ketua umum yang terpilih harus memiliki visi yang jelas, kemampuan manajerial yang mumpuni, serta jaringan yang luas. Gus Salam sebagai salah satu kandidat tentu harus mampu meyakinkan para pemilih bahwa dirinya adalah sosok yang tepat untuk memimpin NU menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Kesimpulan

Pencalonan Gus Salam sebagai Ketum PBNU 2026 memberikan warna baru dalam persiapan Muktamar NU ke-35. Sebagai cucu pendiri NU, Gus Salam memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat. Dengan dukungan dari para kiai, intelektual NU, dan para Nahdliyyin, bukan tidak mungkin Gus Salam akan menjadi pemimpin baru bagi organisasi Islam terbesar di ini.