Beranda » Berita » PPPK Kemenkes 2026: Formasi dan Lokasi Penempatan, Syarat & Passing Grade

PPPK Kemenkes 2026: Formasi dan Lokasi Penempatan, Syarat & Passing Grade

Kabar mengenai pembukaan seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi topik hangat yang dinanti setiap tahunnya. Bagi para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, informasi mengenai PPPK Kemenkes 2026 tentu menjadi angin segar yang membawa harapan baru untuk perbaikan jenjang karier. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memang dikenal sebagai instansi dengan alokasi formasi terbesar dalam rekrutmen PPPK, mengingat kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat.

Persaingan untuk menduduki posisi sebagai ASN di lingkungan Kemenkes dipastikan akan sangat ketat. Calon pelamar tidak hanya bersaing dengan sesama tenaga honorer, tetapi juga dengan profesional berpengalaman lainnya yang mengincar stabilitas karier. Persiapan matang mulai dari administrasi hingga pemahaman materi tes menjadi kunci utama untuk lolos dalam seleksi tahun ini.

💡 Jawaban Singkat (Quick Answer):Singkatnya, PPPK Kemenkes 2026 akan membuka formasi prioritas untuk Dokter Spesialis, Dokter Umum, Perawat, Bidan, dan Tenaga Teknis Kesehatan lainnya. Penempatan mencakup Rumah Sakit Vertikal, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan unit teknis Kemenkes di seluruh Indonesia. Pendaftaran dilakukan terpusat melalui portal sscasn.bkn.go.id. Pastikan Surat Tanda Registrasi (STR) masih aktif karena menjadi syarat mutlak bagi mayoritas jabatan fungsional kesehatan.
Disclaimer: Informasi ini berdasarkan prediksi dan pengumuman resmi tahun sebelumnya serta tren kebijakan per Januari 2026. Untuk update terbaru dan informasi lengkap, kunjungi situs resmi casn.kemkes.go.id dan sscasn.bkn.go.id.

Formasi Prioritas PPPK Kemenkes 2026

Kementerian Kesehatan biasanya membagi alokasi formasi berdasarkan kebutuhan mendesak di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) milik pemerintah pusat. Pada tahun 2026, fokus utama pemerintah masih pada pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan di seluruh pelosok negeri. Tidak hanya tenaga medis, tenaga teknis penunjang kesehatan juga mendapatkan porsi yang cukup besar.

Baca Juga:  Pendaftaran PPPK Kemenag 2026: Jadwal, Syarat & Formasi

Berikut adalah prediksi jabatan yang paling banyak dibuka formasinya:

  • Dokter & Dokter Spesialis: Menjadi prioritas utama untuk mengisi kekosongan di RS Vertikal.
  • Perawat (Ners & Terampil): Formasi dengan kuota terbanyak setiap tahunnya.
  • Bidan: Dibutuhkan untuk penguatan layanan kesehatan ibu dan anak.
  • Apoteker & Tenaga Teknis Kefarmasian: Mengelola logistik dan pelayanan obat.
  • Pranata Laboratorium Kesehatan: Vital untuk kebutuhan diagnosa medis.
  • Nutrisionis & Sanitarian: Fokus pada aspek gizi dan kesehatan lingkungan RS.
  • Tenaga Non-Nakes: Termasuk formasi teknis seperti administrasi kesehatan dan pranata komputer di lingkungan Kemenkes.

Lokasi Penempatan Kerja

Banyak pelamar sering keliru mengira bahwa PPPK Kemenkes hanya ditempatkan di Jakarta. Faktanya, unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kesehatan tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Calon pelamar wajib memahami unit kerja tujuan agar tidak salah memilih lokasi saat pendaftaran.

Lokasi penempatan umumnya meliputi:

  1. Rumah Sakit Vertikal Kemenkes: RS besar seperti RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Sardjito, RS Kanker Dharmais, dll.
  2. Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK): Fasilitas laboratorium rujukan nasional.
  3. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP): Unit yang menjaga pintu masuk negara di bandara dan pelabuhan.
  4. Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes): Unit yang berfokus pada diklat tenaga kesehatan.
  5. Politeknik Kesehatan (Poltekkes): Penempatan untuk jabatan fungsional Dosen.
  6. Kantor Pusat Kemenkes: Biasanya untuk tenaga administratif dan analis kebijakan.

Syarat Pendaftaran PPPK Kemenkes

Memenuhi persyaratan administrasi adalah gerbang pertama yang harus dilewati sebelum melangkah ke tahap ujian. Kegagalan di tahap ini sering terjadi karena pelamar kurang teliti membaca detail kualifikasi. Secara umum, syarat PPPK Kemenkes 2026 mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi ASN.

Kriteria umum pelamar antara lain:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertakwa kepada Tuhan YME.
  • Usia minimal 20 tahun dan maksimal 1 tahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang dilamar (biasanya maksimal 57 tahun untuk jabatan fungsional ahli pertama/muda).
  • Tidak pernah dipidana penjara 2 tahun atau lebih.
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai ASN/TNI/Polri/Pegawai Swasta.
  • Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik.
  • Memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan persyaratan jabatan.

Syarat Khusus Tenaga Kesehatan: Poin paling krusial bagi tenaga kesehatan adalah kepemilikan Surat Tanda Registrasi (STR). Pelamar wajib memiliki STR yang masih berlaku pada saat pelamaran (bukan STR Internship). Namun, ada beberapa jabatan yang tidak mensyaratkan STR, seperti Administrator Kesehatan atau Fisikawan Medis jenjang tertentu, yang harus dicek detailnya di pengumuman resmi. Pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang yang relevan juga biasanya menjadi syarat wajib untuk PPPK.

Baca Juga:  Bisakah Ojol Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan Mandiri di 2026?

Dokumen Wajib yang Diperlukan

Persiapan dokumen sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari agar tidak terburu-buru saat portal pendaftaran dibuka. Dokumen-dokumen ini nantinya harus dipindai (scan) dan diunggah ke laman SSCASN. Pastikan hasil scan terlihat jelas, tidak buram, dan sesuai dengan format serta ukuran file yang diminta.

Berikut checklist dokumen yang perlu disiapkan:

  • ✅ Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli atau Surat Keterangan Kependudukan.
  • ✅ Pasfoto terbaru berlatar belakang merah.
  • ✅ Ijazah asli (bukan Surat Keterangan Lulus/SKL).
  • ✅ Transkrip Nilai asli.
  • ✅ Surat Tanda Registrasi (STR) asli yang masih berlaku (untuk Jabfung Kesehatan yang mensyaratkan).
  • ✅ Surat Keterangan Bekerja di bidang yang relevan minimal 2 tahun (ditandatangani Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama/Kepala Puskesmas/Direktur RS).
  • ✅ Surat Lamaran yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan (format biasanya disediakan).
  • ✅ Surat Pernyataan 5 Poin (format disediakan).

Jadwal Lengkap Seleksi PPPK 2026

Mengetahui estimasi jadwal sangat penting agar pelamar bisa mengatur strategi belajar. Jadwal ini bersifat tentatif dan mengikuti agenda nasional dari Panselnas BKN.

Tahapan SeleksiEstimasi JadwalStatus
Pengumuman SeleksiAgustus – September 2026⏳ Menunggu
Pendaftaran Online (SSCASN)September – Oktober 2026⏳ Menunggu
⚠️ Seleksi AdministrasiOktober 2026Krusial
Masa Sanggah AdministrasiOktober 2026⏳ Menunggu
Pelaksanaan Seleksi KompetensiNovember – Desember 2026⏳ Menunggu
Pengumuman KelulusanJanuari 2027Final

Cara Daftar PPPK Kemenkes Step-by-Step

Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring. Kesalahan input data seringkali tidak dapat diperbaiki setelah tombol “Akhiri Pendaftaran” ditekan.

Berikut langkah-langkah pendaftarannya:

  1. Buat Akun SSCASN: Kunjungi laman sscasn.bkn.go.id dan pilih menu “Buat Akun”. Masukkan NIK, Nomor KK, dan data diri sesuai KTP.
  2. Login dan Lengkapi Biodata: Gunakan NIK dan password yang telah dibuat untuk login. Lengkapi biodata, gelar pendidikan, dan data lainnya.
  3. Pilih Jenis Seleksi & Formasi: Pilih jenis seleksi “PPPK Tenaga Kesehatan” atau “PPPK Tenaga Teknis”. Kemudian cari instansi “Kementerian Kesehatan” dan pilih jabatan serta lokasi penempatan yang diinginkan.
  4. Unggah Dokumen: Upload semua dokumen persyaratan sesuai format (PDF/JPG) dan ukuran yang ditentukan. Pastikan dokumen terbaca dengan jelas.
  5. Resume & Cetak Kartu: Cek kembali semua data di halaman Resume. Jika sudah yakin, klik “Akhiri Pendaftaran” dan cetak Kartu Pendaftaran SSCASN.
Baca Juga:  12+ Aplikasi Penghasil Uang Tercepat Langsung ke DANA 2026

Nilai Ambang Batas (Passing Grade)

Lulus seleksi administrasi hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya ada pada Seleksi Kompetensi menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Peserta harus memenuhi Nilai Ambang Batas (NAB) agar berpeluang lolos.

Komponen ujian dan passing grade umumnya terdiri dari:

  • Kompetensi Teknis: Menguji pengetahuan spesifik sesuai jabatan (bobot nilai terbesar). NAB berbeda-beda tiap jabatan.
  • Kompetensi Manajerial: Menguji integritas, kerjasama, dan orientasi pada hasil. NAB biasanya disatukan dengan Sosiokultural.
  • Kompetensi Sosiokultural: Menguji kepekaan terhadap keberagaman.
  • Wawancara: Menguji moralitas dan integritas (berbasis komputer).

Penting dicatat bahwa pelamar yang memiliki sertifikat kompetensi tambahan atau penugasan khusus dari Kemenkes seringkali mendapatkan nilai afirmanasi (tambahan nilai) pada Kompetensi Teknis.


FAQ (Pertanyaan Umum)

Apakah fresh graduate bisa mendaftar PPPK Kemenkes 2026?

Secara umum, PPPK mensyaratkan pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang yang relevan. Namun, pelamar disarankan mengecek rincian formasi karena terkadang ada jabatan tertentu yang kebijakannya berbeda, meskipun peluang terbesar ada pada yang berpengalaman.

Bagaimana jika STR saya sedang dalam proses perpanjangan?

Saat mendaftar, STR wajib sudah terbit dan berstatus aktif. Bukti pengurusan atau resi perpanjangan biasanya tidak diterima oleh panitia seleksi. Sebaiknya urus perpanjangan jauh hari sebelum pendaftaran dibuka.

Di mana saya bisa melihat rincian formasi secara detail?

Rincian formasi lengkap (PDF) biasanya diunggah di laman resmi casn.kemkes.go.id saat pendaftaran dibuka. Dokumen tersebut memuat jumlah kuota, kualifikasi pendidikan, dan unit penempatan spesifik.

Apakah ada masa sanggah jika saya Tidak Memenuhi Syarat (TMS) administrasi?

Ya, ada. Jika Anda merasa dokumen sudah benar namun dinyatakan TMS oleh verifikator, Anda berhak mengajukan sanggahan pada masa sanggah yang dijadwalkan (biasanya 3 hari setelah pengumuman administrasi).


Kesimpulan

Menjadi bagian dari PPPK Kemenkes 2026 adalah peluang emas bagi tenaga kesehatan untuk mendapatkan kepastian karier dan kesejahteraan yang lebih baik. Persiapan dokumen yang rapi, kepemilikan STR aktif, dan pemahaman materi kompetensi teknis adalah modal utama untuk menembus persaingan. Jangan lupa untuk selalu memantau informasi resmi agar tidak tertinggal update terbaru.

Sudahkah Anda mengecek masa berlaku STR dan kelengkapan dokumen lainnya? Mulailah mencicil persiapan dari sekarang agar lebih siap saat pendaftaran dibuka!