Beranda » Berita » Emas 2026: Harga Diprediksi Sentuh Rp 3,1 Juta, Ini Pemicunya!

Emas 2026: Harga Diprediksi Sentuh Rp 3,1 Juta, Ini Pemicunya!

Limbangantengah.idHarga emas diprediksi akan kembali bersinar di tahun 2026. Pengamat dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, bahkan memproyeksikan harga logam mulia di dalam negeri berpotensi menembus angka Rp 3,1 juta per gram dalam sepekan ke depan. Kenaikan harga ini didorong oleh potensi penguatan harga emas dunia yang diperkirakan melampaui level psikologis 5.000 dolar AS per troy ounce.

Proyeksi ini tentu menjadi angin segar bagi para investor dan pemilik emas. Namun, apa sebenarnya yang menjadi pemicu utama kenaikan harga emas ini? Rupanya, gejolak global, terutama yang terjadi di , menjadi salah satu faktor penentu. Lantas, bagaimana sebaiknya menyikapi potensi kenaikan harga emas ini? Mari kita simak ulasan selengkapnya.

Faktor Pendorong Harga Emas Terbaru 2026

Harga emas dunia pada Sabtu, 11 , tercatat berada di level 4.749 dolar AS per troy ounce. Sementara itu, di pasar domestik, harga logam mulia berada di kisaran Rp 2.860.000 per gram. Pergerakan harga emas ini memang cenderung fluktuatif, sangat dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi secara global.

Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa dalam sepekan ke depan, harga emas dunia berpotensi menembus level di atas 5.000 dolar AS per troy ounce, bahkan bisa mencapai 5.138 dolar AS. “Harga logam mulia bisa mendekati Rp 3.100.000 per gram,” kata Ibrahim, seperti dikutip pada Ahad, 12 April .

Selain itu, pergerakan harga emas dalam waktu dekat diperkirakan akan semakin lebar. Ada potensi koreksi harga emas hingga 4.638 dolar AS per troy ounce. Dalam skenario yang lebih pesimistis, harga bahkan bisa turun lebih dalam hingga 4.358 dolar AS.

Baca Juga:  Harga Emas 24 Karat Melonjak Signifikan Per 7 April 2026

Proyeksi Harga Emas Domestik 2026

Bagaimana dengan ? Harga logam mulia di dalam negeri diperkirakan dapat turun ke Rp 2.840.000 per gram pada fase koreksi awal. Jika penurunan berlanjut, harga berpotensi bergerak ke kisaran Rp 2.780.000 per gram. “Dalam sepekan, penurunan bisa terjadi hingga 4.358 dolar AS per troy ounce,” ujar Ibrahim.

Namun, di sisi lain, harga emas juga memiliki ruang penguatan dengan resistance awal di level 4.897 dolar AS per troy ounce. Kenaikan ini berpotensi mendorong harga logam mulia ke Rp 2.880.000 per gram sebelum melanjutkan tren yang lebih tinggi.

Dampak Geopolitik Global pada Harga Emas

Pergerakan harga emas yang fluktuatif ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global. Dinamika di kawasan Timur Tengah, khususnya rencana perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan, menjadi salah satu faktor utama yang dicermati oleh para pelaku pasar.

“Jika terjadi gencatan senjata, berpotensi turun dan berdampak pada pergerakan emas,” ucap Ibrahim. Meredanya konflik dapat menekan inflasi global dan membuka ruang bagi bank sentral Amerika Serikat untuk menurunkan suku . Kondisi ini berpotensi meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven atau lindung nilai.

Strategi Investasi Emas di Tengah Ketidakpastian

Dengan proyeksi harga emas yang cenderung meningkat, bagaimana sebaiknya kita mengatur strategi ? Diversifikasi menjadi kunci utama. Jangan menaruh seluruh aset hanya pada satu instrumen investasi, termasuk emas.

Pertimbangkan juga untuk berinvestasi pada instrumen lain seperti saham, obligasi, atau properti. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan. Selain itu, selalu pantau perkembangan pasar dan berita terkini.

Baca Juga:  15 Pinjol Resmi OJK 2026: Daftar Terlengkap & Bunga Terendah

Informasi ini sangat penting untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan, lakukan riset dan analisis yang cermat sebelum membeli atau menjual emas.

Kesimpulan

Proyeksi harga emas yang berpotensi menembus Rp 3,1 juta per gram menjadi kabar baik bagi investor. Namun, fluktuasi harga emas sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada dan memiliki strategi investasi yang tepat. Diversifikasi dan riset yang cermat menjadi kunci utama dalam berinvestasi emas di tengah ketidakpastian pasar.