Limbangantengah.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah resmi menghentikan operasional SPBU 44.502.07 di Jalan Sriwijaya, Semarang, pada Senin tahun 2026. Keputusan ini muncul sebagai tindak lanjut atas insiden kebakaran yang melibatkan sepeda motor di area pengisian bahan bakar lokasi tersebut.
Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan guna menjamin kenyamanan masyarakat. Manajemen memastikan penanganan langsung di lapangan berjalan sesuai protokol dan standar operasional perusahaan pasca insiden terjadi.
Evaluasi Menyeluruh SPBU Sriwijaya Semarang
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT, Taufiq Kurniawan, menaruh perhatian serius pada insiden kebakaran kendaraan ini. Pertamina berkomitmen penuh dalam memperkuat aspek keselamatan serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi para konsumen.
Perusahaan menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Tim internal Pertamina melakukan penelusuran mendalam terhadap bukti rekaman CCTV untuk mengidentifikasi penyebab pasti munculnya api di lokasi.
Faktanya, insiden bermula saat seorang konsumen mengisi bahan bakar jenis Pertamax pada motor yang sempat mengalami mogok. Kondisi motor yang mengalami masalah teknis menjadi titik awal munculnya percikan api saat pemilik mencoba menyalakan mesin kembali setelah keluar dari area pengisian.
Proses Penanganan Darurat di Lokasi
Petugas SPBU langsung menjalankan fungsi darurat begitu api muncul di sistem kelistrikan kendaraan konsumen. Mereka segera mengambil tindakan antisipasi cepat dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan api sebelum membesar.
Penggunaan APAR sendiri merupakan fasilitas keselamatan standar yang tersedia di setiap titik pengisian. Pertamina menegaskan bahwa penggunaan alat ini tidak memungut biaya apapun dari masyarakat atau konsumen yang ada di lokasi kejadian.
Tindak Lanjut HSSE dan Pembinaan
Pertamina menutup sementara SPBU Sriwijaya guna menjalankan proses pembinaan intensif terkait keselamatan kerja. Tim HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) bersama Dinas Pemadam Kebakaran bersinergi dalam meninjau ulang prosedur operasional standar di lapangan.
Tidak hanya itu, manajemen juga melakukan perbaikan sarana dan prasarana di SPBU tersebut. Perusahaan memastikan seluruh fasilitas penunjang beroperasi optimal sebelum mengizinkan kembali aktivitas pengisian bahan bakar bagi publik.
| Keterangan | Status |
|---|---|
| Lokasi SPBU | Jl. Sriwijaya, Semarang |
| Status Operasional | Tutup Sementara (2026) |
| Fokus Kegiatan | Pembinaan HSSE |
Imbauan Keselamatan Kendaraan
Pertamina mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa kondisi kendaraan secara berkala sebelum melakukan perjalanan. Komponen kelistrikan dan sistem pembakaran motor menjadi aspek krusial yang harus pemilik jaga keamanannya untuk mencegah risiko kebakaran saat berada di SPBU.
Selanjutnya, perusahaan meminta konsumen agar tetap tenang dan mentaati instruksi petugas SPBU selama masa pengisian. Kesadaran masyarakat terhadap standar keselamatan akan membantu menekan potensi bahaya di ruang publik.
Penyelesaian Masalah dan Layanan Alternatif
Chiko Relisviano Ramadhan, selaku pemilik motor yang terdampak, telah menerima penjelasan transparan dari pihak SPBU dan Pertamina terkait kronologi kejadian. Ia menyatakan kepuasan atas penyelesaian masalah yang berlangsung dengan baik.
Di sisi lain, operator SPBU bernama Giyono menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menegaskan kesiapan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperbaiki kualitas pelayanan ke depannya bagi seluruh pelanggan.
Selama masa pembinaan ini, Pertamina mengarahkan masyarakat untuk memanfaatkan SPBU terdekat guna memenuhi kebutuhan BBM. Berikut daftar lokasi operasional alternatif yang bisa masyarakat kunjungi:
- SPBU 44.502.29 di Jl. Veteran, Semarang.
- SPBU 41.502.01 COCO di Jl. Ahmad Yani, Semarang.
Pertamina berkomitmen terus menjaga standar pelayanan terbaik bagi warga Semarang di tahun 2026. Melalui langkah evaluasi ini, perusahaan berharap aspek keselamatan operasional menjadi lebih kuat dan menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
