Beranda » Berita » Data Satgas PRR: Sisa 0,1 Persen Masyarakat di Pengungsian

Data Satgas PRR: Sisa 0,1 Persen Masyarakat di Pengungsian

Limbangantengah.id – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) wilayah Sumatra mencatat sisa 43 kepala (KK) atau 171 jiwa yang masih menghuni tenda pengungsian per 26 Maret 2026. Angka tersebut merepresentasikan kurang dari 0,1 persen dari total populasi terdampak bencana yang sebelumnya membutuhkan penanganan serius di wilayah Sumatra.

Kondisi saat ini membuktikan keberhasilan dalam menekan jumlah pengungsi secara signifikan dibandingkan masa tanggap darurat pada Desember 2025. Pemerintah mencatat penurunan jumlah pengungsi dari 2.108.582 jiwa menjadi hanya ratusan orang dalam kurun waktu beberapa saja.

Kondisi Data Satgas PRR dan Lokasi Pengungsian

Data terbaru menempatkan seluruh pengungsi yang tersisa di dua kabupaten berbeda. Sebanyak 26 KK atau 96 jiwa berada di Kabupaten Aceh Tamiang, sementara 17 KK atau 75 jiwa lainnya menempati penampungan di Kabupaten Bireuen. Di sisi lain, Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah menutup seluruh tenda pengungsian sejak sebelum perayaan Idul Fitri .

Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, merinci rencana penyelesaian hunian bagi warga tersebut. Pihaknya berencana menempatkan 26 keluarga asal Aceh Tamiang ke hunian sementara yang ditargetkan layak huni dalam waktu dua pekan ke depan. Sementara itu, 17 keluarga di Kabupaten Bireuen akan menerima bangunan hunian tetap sesuai permintaan warga, meski proses konstruksinya memerlukan waktu tambahan.

Sembari menunggu pembangunan rampung, Satgas PRR mengalokasikan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 1,8 juta per 3 bulan untuk setiap keluarga. Tito menegaskan komitmen pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat pembangunan hunian tetap agar masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang aman.

Baca Juga:  Kampung Koboi Tugu Selatan: Transformasi Desa Berbasis Potensi Lokal

Perjalanan Kinerja Satgas PRR 2026

Satgas PRR menjalankan tugas utama sejak awal Januari 2026 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Nomor 1 Tahun 2026. Dalam waktu kerja sekitar 40 hari, Satgas berhasil menekan jumlah pengungsi hingga tersisa 12.994 jiwa pada 17 Februari 2026, termasuk 992 jiwa di Aceh Tamiang. Faktanya, capaian ini menunjukkan keberhasilan penurunan jumlah pengungsi mencapai 99,99 persen dari puncak bencana.

menjalankan proses relokasi bersamaan dengan pembangunan hunian sementara (huntara). Satgas PRR telah menyelesaikan 16.312 unit huntara dari target 19.341 unit atau sekitar 84 persen realisasi. Selain itu, sebanyak 14.362 unit huntara sudah warga tempati saat ini. Meski begitu, terdapat keterlambatan pada sebagian unit akibat kendala teknis penyediaan air, sanitasi, dan listrik.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, pemerintah menyelesaikan 2.554 unit huntara dengan 2.229 unit sudah terisi per 26 Maret 2026. Satgas terus mendorong percepatan pemanfaatan sisa 325 unit huntara yang belum berpenghuni agar masyarakat segera mendapatkan fasilitas layak.

Detail Bantuan Sosial dan Ekonomi

Kementerian Sosial menyalurkan berbagai komponen bantuan untuk mendukung kebutuhan hidup warga. ini melingkupi jaminan hidup, stimulan , dan isian hunian. Tabel berikut merinci besaran bantuan yang pihak berwenang berikan kepada masyarakat terdampak:

Jenis BantuanBesaran Manfaat
Isian HunianRp 3 juta per KK
Stimulan EkonomiRp 5 juta per keluarga
Jaminan HidupRp 450 ribu per orang/bulan selama 3 bulan

Sebanyak 67.886 KK tervalidasi sebagai manfaat di 56 kabupaten di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah menyiapkan total anggaran sebesar Rp 878,68 miliar untuk mendukung efektivitas program bantuan ini di lapangan.

Mekanisme Penyaluran yang Transparan

Kementerian Sosial bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk menyalurkan dana bantuan melalui tiga metode. Pertama, warga mengambil bantuan langsung di kantor pos. Kedua, penerimaan secara kolektif di tingkat kantor desa, kampung, kelurahan, atau kecamatan. Ketiga, kurir mengantarkan bantuan langsung ke kediaman bagi warga lanjut usia atau mereka yang sedang sakit.

Baca Juga:  Pupuk Subsidi 2026: 5 Langkah Mudah Tebus Pakai Kartu Tani

Per 29 Maret 2026, realisasi bantuan jaminan hidup mencapai Rp 272.641.050.000 untuk 54.585 KK. Secara persentase, pemerintah telah menyalurkan 80,4 persen bantuan jaminan hidup. Selain itu, sebesar 52,7 persen bantuan stimulan ekonomi dan isian hunian sudah sampai kepada 35.780 KK dengan nilai total Rp 107.340.000.000.

Data ini menjawab isu mengenai adanya masyarakat yang terbengkalai. Satgas PRR mengklarifikasi pemberitaan keliru yang sempat menyebutkan 70 persen masyarakat masih mengungsi tanpa bantuan. Pemerintah memastikan kehadiran negara sejak awal melalui peninjauan langsung oleh Presiden di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Pemulihan ini mencakup tujuh indikator penting, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, hingga pemulihan akses jalan serta jembatan. Satgas juga memprioritaskan sektor ekonomi dengan memastikan pasar dan restoran kembali beroperasi. Tak lupa, pemulihan layanan listrik, air bersih, serta koneksi internet kembali menjadi fokus pemerintah agar kehidupan masyarakat kembali normal sepenuhnya.