Limbangantengah.id – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran jaksa di daerah agar berani menangani kasus korupsi besar. Arahan resmi ini ia sampaikan langsung saat melakukan kunjungan kerja di kantor Kejaksaan Tinggi Papua pada Selasa, 31 Maret 2026.
Burhanuddin menekankan bahwa semangat pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah daerah harus sebanding dengan efektivitas kerja di pusat. Aparat penegak hukum tidak boleh lagi hanya menyasar kasus-kasus berskala kecil seperti pengelolaan dana desa tanpa menyentuh kerugian negara yang lebih signifikan.
Jaksa di Daerah Perlu Tingkatkan Keberanian
Pemberantasan korupsi di tingkat daerah menuntut kegigihan. Jaksa Agung ST Burhanuddin melarang jajarannya bersikap pasif atau menoleransi perkara besar. Faktanya, Kejaksaan Tinggi Papua sendiri saat ini tengah memproses sejumlah kasus penting yang menyedot perhatian publik.
Salah satu perkara utama yang sedang mereka tangani meliputi dugaan korupsi dana penyelenggaraan PON XX Papua. Selain itu, kejaksaan juga mengusut tuntas pembangunan sarana aerosport di Mimika. Kedua kasus ini mencerminkan kompleksitas tantangan yang harus jaksa hadapi di lapangan.
Menariknya, Burhanuddin juga menyoroti aspek pemulihan keuangan negara. Data menunjukkan masih ada tunggakan uang pengganti mencapai Rp 97,14 miliar khusus di wilayah Papua saja. Kejaksaan wajib mengoptimalkan penagihan uang tersebut agar negara tidak menanggung kerugian lebih lanjut.
Penguatan Fungsi Jaksa Pengacara Negara
Selain penindakan, Jaksa Agung meminta para insan Adhyaksa untuk memperkuat peran sebagai jaksa pengacara negara. Fungsi ini sangat vital dalam memberikan pendampingan hukum yang akurat kepada pemerintah daerah. Dengan bimbingan yang tepat, pemerintah daerah bisa mengelola anggaran secara lebih transparan dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, pengawasan internal harus jajaran jaksa tingkatkan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk menjaga integritas institusi dari berbagai potensi penyalahgunaan wewenang. Burhanuddin juga mengingatkan seluruh aparat agar tetap waspada terhadap segala upaya perlawanan balik yang para koruptor lancarkan saat terjerat proses hukum.
Pengawasan Proyek Strategis Nasional
Bidang intelijen kejaksaan memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal jalannya pembangunan infrastruktur. Saat ini, terdapat 38 proyek strategis nasional di wilayah Papua yang memerlukan pengawalan ketat. Total nilai proyek-proyek tersebut menyentuh angka sekitar Rp 3,7 triliun per 2026.
Pengawalan ini bertujuan untuk mencegah penyimpangan sejak tahap perencanaan hingga eksekusi proyek. Oleh karena itu, intelijen kejaksaan harus bersikap proaktif dan sigap mendeteksi potensi ancaman sebelum berkembang menjadi kerugian negara yang masif. Kelancaran proyek strategis nasional berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat.
Evaluasi Bidang Pidana Umum
Perhatian khusus juga diarahkan pada bidang pidana umum yang masih menghadapi beberapa kendala teknis. ST Burhanuddin menyoroti minimnya jumlah balai rehabilitasi di beberapa daerah. Ketersediaan sarana pendukung sangat penting bagi efektivitas penegakan hukum dalam kasus-kasus restoratif.
Masih ada pula tunggakan eksekusi terhadap sejumlah terpidana serta barang bukti di beberapa Kejaksaan Negeri. Kondisi ini menuntut langkah perbaikan secara cepat dan terukur. Berikut ini ringkasan data evaluasi internal yang perlu jajaran Kejaksaan perhatikan:
| Aspek Evaluasi | Target Perbaikan 2026 |
|---|---|
| Tunggakan Uang Pengganti | Papua (Rp 97,14 Miliar) |
| Proyek Strategis Nasional | 38 Proyek (Rp 3,7 Triliun) |
| Tunggakan Eksekusi | Penyelesaian Barang Bukti |
Profesionalisme dalam Kasus Perhatian Publik
Profesionalitas mutlak menjadi standar bagi jaksa dalam menangani perkara yang menyita perhatian publik. Salah satu contoh kasus yang sedang dipantau secara ketat per 2026 adalah penembakan pesawat Smart Air di wilayah Merauke. Masyarakat berharap kejaksaan mampu menyelesaikan perkara ini secara jujur dan transparan.
Kepercayaan publik tumbuh saat aparat bertindak objektif tanpa intervensi pihak mana pun. Jaksa harus menunjukkan dedikasi penuh dalam membedah seluruh fakta hukum secara mendalam. Keberhasilan dalam menangani perkara sensitif akan memperkuat citra kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang terpercaya di mata masyarakat luas.
Komitmen tinggi dalam menjalankan tugas akan membawa perubahan signifikan bagi supremasi hukum di Indonesia. Jaksa di daerah kini memiliki tantangan besar untuk menjadi pilar utama dalam pemberantasan korupsi yang lebih agresif. Dengan integritas yang kuat dan keberanian untuk menindak pelanggaran kelas kakap, harapan akan tata kelola pemerintahan yang bersih akan tercapai lebih cepat.
