Limbangantengah.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi memberikan apresiasi terhadap keberadaan karya kreatif berupa marka zebra cross bergambar karakter gim Pac-Man di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (31/3/2026).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut positif inisiatif warga yang menghias fasilitas penyeberangan jalan tersebut. Meski demikian, Pramono menekankan pentingnya menjaga aspek standar keselamatan lalu lintas sesuai dengan aturan yang berlaku per 2026.
Mengulas Zebra Cross Pac-Man dan Aturan Lalu Lintas
Pramono Anung menyampaikan rasa terima kasih kepada warga atas kreativitas yang mereka hadirkan di ruang publik tersebut. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa gambar karakter gim tersebut memang menarik perhatian banyak pengguna jalan di kawasan Tebet.
Namun, pihak pemerintah pusat maupun daerah menetapkan ketentuan ketat terkait marka jalan. Zebra cross berfungsi sebagai penanda prioritas bagi pejalan kaki yang memiliki legalitas aturan nasional serta standar internasional yang harus setiap pihak patuhi.
Ternyata, kreativitas warga tidak boleh menabrak norma keselamatan yang sudah baku dalam sistem lalu lintas. Dengan demikian, pemerintah harus memastikan bahwa setiap marka jalan tetap memenuhi fungsi dasarnya sebagai penunjuk penyeberangan yang jelas dan aman.
Rencana Perbaikan Marka Jalan di Tebet
Menanggapi hal tersebut, Pramono mengungkapkan langkah konkret pemerintah terkait keberadaan karya seni unik tersebut. Pemerintah akan mengembalikan bentuk marka jalan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku sejak lama.
Selanjutnya, pemerintah akan menghapus gambar karakter Pac-Man tersebut dari permukaan aspal. Meski terdengar sedikit disayangkan oleh sebagian warga, langkah ini merupakan bentuk penyempurnaan fasilitas publik agar kembali sesuai dengan aturan lalu lintas yang sah.
Pramono menegaskan bahwa kreativitas positif harus tetap memiliki koridor yang tepat. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan perbaikan agar zebra cross di Jalan Soepomo kembali memenuhi standar marka jalan yang sah.
Perbandingan Fungsi Marka Jalan
Untuk memahami perbedaan antara inisiatif warga dan aturan resmi, berikut ringkasan perbandingannya:
| Aspek | Kondisi Saat Ini (Tebet) | Aturan Resmi (2026) |
|---|---|---|
| Estetika | Gaya artistik Pac-Man | Standar baku (garis putih) |
| Fungsionalitas | Penunjuk penyeberangan | Mengikuti standar internasional |
Komitmen Pemprov DKI Menjaga Standar Keselamatan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menyeimbangkan antara aspirasi warga dan ketertiban fasilitas umum. Pramono Anung melihat aksi ini sebagai bentuk partisipasi warga yang ingin memperindah kota pada 2026.
Akan tetapi, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Dengan menjaga setiap fasilitas publik tetap sesuai aturan, pemerintah berharap arus lalu lintas tetap tertib dan meminimalisir potensi kebingungan pengendara.
Bahkan, pemerintah berjanji untuk tetap mendukung kreativitas warga di sektor lain yang tidak menyalahi aturan keselamatan. Hal ini menunjukkan bahwa ruang partisipasi publik tetap terbuka selama tidak mengganggu ketertiban umum.
Upaya Penyempurnaan Ruang Publik
Menjelang pertengahan tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta terus memperbaiki berbagai infrastruktur di ibu kota. Perbaikan marka jalan ini masuk ke dalam agenda penataan area publik agar lebih teratur dan efisien.
Terakhir, kebijakan ini bertujuan menciptakan lingkungan kota yang aman bagi pejalan kaki. Meskipun karakter Pac-Man harus hilang, fungsi zebra cross sebagai penyelamat nyawa pejalan kaki akan tetap terjaga dengan kualitas marka jalan yang sesuai aturan nasional.
Pada akhirnya, pemerintah mengajak seluruh warga tetap berkarya tanpa melupakan regulasi yang ada. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, ibu kota yang tertib dan inovatif akan semakin terwujud di masa depan.
