Beranda » Berita » Negara yang Dijagokan Lolos Piala Asia 2027

Negara yang Dijagokan Lolos Piala Asia 2027

Limbangantengah.id – Sebanyak enam negara berambisi menyusul Timnas Indonesia menembus putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Kejuaraan bergengsi ini berlangsung mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027 dengan melibatkan 24 tim negara dari seluruh benua Asia.

Sebelas menuju perhelatan akbar tersebut, konfederasi sepak bola Asia menuntaskan daftar peserta yang lolos lebih awal melalui babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sebanyak 18 negara, termasuk , sudah mengamankan tiket turnamen. Sisa enam slot lagi menanti para kontestan yang bertarung di babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 sepanjang 25 Maret 2025 hingga 31 Maret 2026.

Setiap grup berisi empat negara yang saling berhadapan dalam format kandang dan tandang. Tim yang menempati posisi puncak klasemen akhir setiap grup memastikan satu tempat di putaran final.

Negara yang Dijagokan Lolos Piala Asia 2027

Pihak pengamat bola menyoroti enam negara paling berpotensi menyusul langkah Timnas menuju Arab Saudi. Pemetaan persaingan menunjukkan dominasi tim-tim tertentu berdasarkan kualitas materi pemain dan performa terakhir mereka per 2026.

Tajikistan dan Lebanon di Grup A dan B

Tajikistan menempati Grup A bersama Filipina, Maladewa, dan Timor Leste. Pengamat menjagokan Tajikistan karena mereka menduduki peringkat 104 dunia. Selain itu, mereka memiliki banyak pemain yang merumput di Liga Kazakhstan. Meski Filipina sempat menekuk mereka 3-0 pada 14 Oktober 2024, Tajikistan kini mengandalkan pengalaman tempur untuk membalas kekalahan tersebut.

Di Grup B, bersaing dengan Yaman, Bhutan, dan Brunei. Lebanon pantang meremehkan lawan karena Yaman sedang menunjukkan grafik peningkatan performa yang pesat. Buktinya, tim kelompok umur Yaman mampu menembus putaran final Piala Asia U-17 dan U-20 2025. Jika tampil solid, Lebanon tetap menjadi favorit utama untuk lolos.

Baca Juga:  Rincian Passing Grade SKD CPNS 2026 Semua Formasi & Tips Lolos

Potensi Kejutan Hong Kong dan Thailand

Hong Kong menempati Grup C bersama , Bangladesh, dan India. Mereka mengandalkan kebijakan naturalisasi pemain yang agresif guna memperkuat kedalaman tim. Keberhasilan menembus semifinal Asian Games 2022 membuktikan bahwa strategi ini berjalan baik bagi perkembangan negara tersebut. Di sisi lain, Thailand menjadi penguasa absolut Grup D yang berisi Turkmenistan, Taiwan, dan Sri Lanka. Level permainan Thailand melampaui lawan-lawan mereka mengingat pengalaman tampil di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dominasi Suriah dan Ambisi Malaysia di Grup E dan F

Suriah menempati Grup E bersama Afghanistan, Myanmar, dan Pakistan. Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 memotivasi mereka untuk menyapu bersih enam laga . Suriah membawa banyak pemain keturunan Belanda untuk memperkuat sektor kunci. Sementara itu, Malaysia berada di Grup F bersama Vietnam, Nepal, dan Laos. Banyak pihak menjagokan Vietnam, namun Malaysia memiliki rencana besar.

Federasi Sepak Bola Malaysia ingin menaturalisasi pemain dari kompetisi Eredivisie Belanda. Nama-nama seperti Dylan van Wageningen dari Sparta Rotterdam U-21 serta Sem Scheperman dari Heracles Almelo menjadi target utama. Paduan pemain lokal berkualitas seperti Arif Aiman dengan tambahan tenaga naturalisasi kelas wahid membuat Malaysia menjadi kandidat terkuat, bahkan melebihi Vietnam yang masih memulihkan kondisi pemain andalan mereka akibat cedera.

Tabel Prediksi Jalur Kualifikasi

GrupNegara Unggulan
Grup ATajikistan
Grup BLebanon
Grup CHong Kong
Grup DThailand
Grup ESuriah
Grup FMalaysia

Perjalanan babak ketiga Kualifikasi menyajikan drama yang intens bagi setiap peserta. Enam negara di atas kini memikul beban ekspektasi tinggi dari pendukung masing-masing. Persaingan semakin ketat karena hanya pemuncak grup yang berhak melaju ke panggung utama di Arab Saudi 2027.

Baca Juga:  Status Mualaf Richard Lee Dipertanyakan, Pengacara Siapkan Langkah Hukum

Seluruh tim kini fokus menjalani persiapan matang menjelang laga perdana. Peta kekuatan menunjukkan perubahan dinamis per 2026. Semua negara berusaha menunjukkan permainan terbaik demi mengibarkan bendera negara di turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia.