Kabar gembira datang dari para penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) setelah laporan pencairan tahap pertama 2026 mulai bermunculan. Nominal bantuan sebesar Rp600 ribu dilaporkan sudah masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sejak pertengahan Februari lalu.
Nah, informasi ini tentu menjadi angin segar bagi ribuan Keluarga Penerima Manfaat yang menunggu bantuan pangan di awal tahun. Menariknya, pencairan kali ini tidak serentak nasional melainkan bertahap sesuai mekanisme bank penyalur masing-masing.
Apa Itu BPNT Tahap 1 2026?
BPNT tahap pertama 2026 merupakan bantuan sosial pangan yang disalurkan pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga kurang mampu. Program ini menjadi bagian dari skema bantuan sembako nasional yang rutin disalurkan setiap tahun.
Berbeda dengan bantuan tunai biasa, BPNT bersifat non tunai dan hanya bisa digunakan untuk membeli bahan pangan pokok di e-warong atau agen resmi yang ditunjuk. Sistem ini dibuat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk kebutuhan pangan.
Tanggal Pencairan dan Nominal Bantuan
Jadwal Pencairan Resmi
Berdasarkan laporan yang beredar, pencairan BPNT tahap 1 dimulai sejak Selasa, 10 Februari 2026. Waktu ini khusus untuk penerima yang menggunakan KKS Bank Mandiri, sementara bank penyalur lain akan menyusul secara bertahap.
Jadi, bagi penerima yang belum mendapat pencairan tidak perlu khawatir karena proses distribusi memang dilakukan secara bergiliran. Setiap bank memiliki jadwal tersendiri sesuai koordinasi dengan Kementerian Sosial.
Besaran Dana yang Diterima
Nominal BPNT tahap pertama 2026 ditetapkan sebesar Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat. Angka ini konsisten dengan skema bantuan pangan yang telah ditetapkan pemerintah untuk periode awal tahun.
Singkatnya, dana ini diperuntukkan untuk membeli beras, protein hewani seperti daging atau telur, serta bahan pangan pokok lainnya yang tersedia di e-warong resmi.
| Aspek Program | Detail Informasi |
|---|---|
| Nama Program | BPNT Tahap 1 2026 |
| Nominal Bantuan | Rp600.000 per KPM |
| Tanggal Pencairan | 10 Februari 2026 (Bank Mandiri) |
| Sifat Bantuan | Non Tunai |
| Penggunaan | Bahan pangan di e-warong resmi |
Cara Cek Saldo BPNT di KKS
Melalui Aplikasi Livin by Mandiri
Langkah 1: Buka aplikasi Livin by Mandiri di smartphone dan lakukan login menggunakan data rekening KKS.
Langkah 2: Pilih menu rekening dan cari bagian Kartu Keluarga Sejahtera untuk melihat saldo terkini.
Langkah 3: Klik riwayat transaksi bantuan sosial untuk memastikan dana BPNT sudah masuk dengan benar.
Langkah 4: Screenshot bukti saldo sebagai arsip pribadi dan pastikan nominal sesuai dengan ketentuan Rp600 ribu.
Via Mobile Banking Lainnya
BRImo: Bagi penerima KKS BRI, login ke aplikasi BRImo dan masuk ke menu rekening bantuan sosial untuk pengecekan saldo.
BNI Mobile: Pengguna KKS BNI dapat mengakses aplikasi BNI Mobile Banking dan pilih rekening KKS untuk melihat mutasi bantuan.
ATM atau Agen: Alternatif lain adalah datang langsung ke ATM atau agen bank terdekat dengan membawa KKS untuk cek saldo manual.
Laporan Pencairan dari Berbagai Daerah
Kabar pencairan BPNT tahap 1 tidak hanya berasal dari satu wilayah, melainkan tersebar di berbagai daerah Indonesia. Salah satu yang cukup menonjol adalah laporan dari Minahasa Utara yang melaporkan penerimaan dana pada tanggal yang sama.
Menariknya, beberapa penerima juga melaporkan pencairan bersamaan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang turun lebih dulu pada 8 Februari 2026 dengan nominal sekitar Rp900 ribu. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik antar program bantuan sosial pemerintah.
Status Bank Penyalur Lainnya
Sementara Bank Mandiri sudah mulai menyalurkan, penerima KKS dari bank lain seperti BRI dan BNI masih dalam tahap menunggu. Penyaluran bertahap ini merupakan mekanisme normal untuk memastikan distribusi berjalan lancar tanpa gangguan teknis.
Jadi, bagi penerima yang menggunakan bank selain Mandiri tidak perlu panik karena pencairan akan segera menyusul sesuai jadwal koordinasi masing-masing bank.
Penggunaan Dana BPNT yang Tepat
Dana BPNT hanya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan pokok di e-warong atau agen resmi yang bekerja sama dengan pemerintah. Pembatasan ini bertujuan memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk ketahanan pangan keluarga.
Barang yang bisa dibeli menggunakan BPNT antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging, ikan, dan bahan pangan pokok lainnya. Seluruh transaksi akan tercatat dalam sistem untuk monitoring dan evaluasi program.
Tips Monitoring Saldo BPNT
Mengingat pencairan dilakukan bertahap, penerima disarankan melakukan pengecekan saldo secara rutin melalui aplikasi mobile banking masing-masing. Aktifkan notifikasi transaksi agar mendapat pemberitahuan otomatis saat dana masuk.
Simpan baik-baik bukti saldo dan riwayat transaksi sebagai arsip pribadi. Jika dalam waktu yang cukup lama saldo belum bertambah, segera hubungi call center bank penyalur atau datang ke kantor cabang terdekat untuk konfirmasi.
FAQ: Pertanyaan Seputar BPNT Tahap 1 2026
Q1: Apakah semua penerima BPNT sudah mendapat pencairan tahap 1?
Belum. Pencairan dilakukan bertahap sesuai bank penyalur. Saat ini baru Bank Mandiri yang mulai menyalurkan, sementara BRI dan BNI akan menyusul.
Q2: Bagaimana jika saldo KKS belum bertambah setelah tanggal pencairan?
Tunggu beberapa hari karena proses transfer dapat memerlukan waktu. Jika setelah seminggu belum ada perubahan, hubungi customer service bank penyalur.
Q3: Apakah nominal BPNT tahap 1 sama untuk semua daerah?
Ya, nominal BPNT ditetapkan seragam sebesar Rp600 ribu per Keluarga Penerima Manfaat di seluruh Indonesia.
Q4: Bisakah dana BPNT diambil tunai di ATM?
Tidak bisa. BPNT bersifat non tunai dan hanya dapat digunakan untuk berbelanja bahan pangan di e-warong atau agen resmi.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari Blitar Kawentar Jawa Pos dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Pastikan mengecek informasi terbaru melalui saluran resmi Kementerian Sosial.
Pencairan BPNT tahap pertama 2026 menandai dimulainya distribusi bantuan pangan untuk periode awal tahun. Meskipun belum semua bank penyalur melakukan pencairan, laporan dari berbagai daerah menunjukkan program berjalan sesuai rencana dengan nominal yang konsisten.
