Mengakses informasi keuangan pribadi, seperti saldo Jaminan Hari Tua (JHT), seringkali terhambat oleh kendala teknis pada perangkat ponsel. Banyak peserta BPJS Ketenagakerjaan mengeluhkan memori ponsel yang penuh sehingga tidak memungkinkan mengunduh aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), atau aplikasi tersebut mengalami gangguan teknis (bug) saat digunakan. Padahal, memantau perkembangan saldo JHT secara berkala sangat penting untuk memastikan iuran bulanan dari perusahaan telah disetorkan dengan benar.
Kabar baiknya, pengecekan saldo tidak melulu harus bergantung pada aplikasi. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyediakan berbagai kanal alternatif yang dapat diakses melalui peramban (browser), pesan singkat (SMS), hingga mesin ATM. Artikel ini akan mengulas secara lengkap langkah-langkah cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan tanpa aplikasi, dengan data terbaru tahun 2026 yang relevan dan akurat.
Quick Answer
Mengapa Memilih Cek Saldo Tanpa Aplikasi?
Di era digital 2026 ini, dominasi penggunaan aplikasi memang sangat tinggi. Namun, metode non-aplikasi tetap menjadi pilihan logis bagi sebagian besar pekerja di Indonesia. Alasan utamanya bukan hanya soal gagap teknologi, melainkan efisiensi dan kompatibilitas perangkat. Aplikasi JMO seringkali membutuhkan spesifikasi sistem operasi Android atau iOS terbaru yang mungkin tidak didukung oleh ponsel pintar model lama.
Selain itu, penggunaan situs web atau SMS dinilai lebih ringkas karena tidak membebani penyimpanan internal (storage) dan Random Access Memory (RAM) ponsel. Metode ini juga menjadi solusi darurat ketika server aplikasi sedang dalam masa pemeliharaan (maintenance), sehingga peserta tetap bisa mendapatkan hak informasinya tanpa tertunda.
Cek Saldo Melalui Website Resmi (SSO BPJAMSOSTEK)
Metode yang paling komprehensif informasinya adalah melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan. Kanal ini menampilkan rincian yang sama lengkapnya dengan aplikasi, mulai dari rincian upah yang dilaporkan hingga pengembangan saldo.
Berikut langkah-langkah mengaksesnya:
- Akses Situs: Buka peramban (Chrome, Firefox, atau Safari) di ponsel atau komputer, lalu kunjungi alamat
sso.bpjsketenagakerjaan.go.id. - Login Peserta: Masukkan alamat email dan kata sandi (password) yang sudah terdaftar. Jangan lupa mencentang verifikasi “Saya bukan robot” (reCAPTCHA).
- Menu Layanan: Setelah berhasil masuk ke halaman utama (dashboard), cari dan pilih menu “Lihat Saldo JHT”.
- Pilih Kartu Peserta: Jika peserta pernah bekerja di lebih dari satu perusahaan, akan muncul beberapa pilihan kartu kepesertaan (KPJ). Pilih KPJ yang berstatus aktif atau yang ingin dicek.
- Informasi Ditampilkan: Layar akan menampilkan jumlah saldo terakhir beserta rincian iuran yang masuk.
Catatan: Jika belum memiliki akun, peserta wajib melakukan registrasi terlebih dahulu pada menu “Buat Akun Baru” dengan menyiapkan Nomor KTP (NIK) dan Nomor KPJ.
Cek Saldo Lewat SMS 2757 (Paling Praktis)
Bagi peserta yang berada di area dengan koneksi internet tidak stabil, metode SMS adalah penyelamat. Layanan SMS Gateway dari BPJS Ketenagakerjaan ini bekerja pada semua jenis ponsel, termasuk ponsel fitur (feature phone) non-smartphone.
Namun, perlu diperhatikan bahwa layanan ini berbayar (biaya SMS reguler tergantung operator). Berikut prosedurnya:
1. Registrasi Awal (Jika Belum Pernah) Sebelum mengecek saldo, nomor HP harus didaftarkan ke sistem BPJS terlebih dahulu.
- Ketik:
DAFTAR(spasi)SALDO#NO_KTP#TGL_LAHIR(DD-MM-YYYY)#NO_PESERTA#EMAIL(bila ada) - Kirim ke: 2757
- Contoh:
DAFTAR SALDO#3201012010900001#20-10-1990#12345678901#email@gmail.com
2. Cara Cek Saldo Setelah mendapatkan balasan bahwa nomor telah terdaftar, peserta bisa langsung mengecek saldo kapan saja.
- Ketik:
SALDO(spasi)NO_PESERTA - Kirim ke: 2757
- Contoh:
SALDO 12345678901
Sistem akan membalas dengan informasi saldo JHT terakhir. Pastikan pulsa utama tersedia minimal Rp2.000 hingga Rp3.000 untuk menghindari kegagalan pengiriman.
Cek Saldo Melalui ATM Bank Kerjasama (Metode Offline)
Tidak banyak yang mengetahui bahwa saldo JHT bisa dicek semudah mengecek saldo rekening bank. BPJS Ketenagakerjaan telah bekerja sama dengan beberapa bank Himbara, khususnya BNI, untuk fitur ini. Metode ini sangat cocok bagi peserta yang sedang mengambil uang tunai dan ingin sekalian mengecek tabungan hari tuanya.
Langkah-langkah umum di ATM BNI:
- Masukkan kartu ATM dan PIN seperti biasa.
- Pilih menu “Cek Saldo” atau menu “Layanan Lain”.
- Cari opsi “Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan”.
- Mesin mungkin akan meminta konfirmasi atau input nomor peserta (tergantung sistem terbaru per 2026).
- Informasi saldo akan muncul di layar atau tercetak pada struk (jika kertas struk tersedia).
Disarankan untuk bertanya kepada petugas keamanan (Satpam) di bank terkait ketersediaan fitur ini, karena tidak semua mesin ATM tipe lama mendukung fitur pengecekan non-perbankan.
Cek Saldo via Call Center 175 dan Kantor Cabang
Jika terjadi ketidaksesuaian data atau peserta mengalami kesulitan dengan metode digital, interaksi langsung dengan petugas adalah solusi terbaik.
Layanan Masyarakat 175 (Tanya BPJAMSOSTEK) Peserta dapat menghubungi nomor 175 melalui telepon seluler maupun telepon rumah. Petugas customer service akan melakukan verifikasi identitas (biasanya menanyakan NIK, nama ibu kandung, dan nomor KPJ) sebelum memberikan informasi saldo demi keamanan data.
Datang ke Kantor Cabang Peserta cukup membawa e-KTP dan Kartu Peserta Jamsostek (fisik atau digital) ke kantor cabang terdekat. Saat ini, banyak kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang sudah dilengkapi dengan mesin Self Service Terminal (SST), sehingga peserta tidak perlu antre di meja CS hanya untuk mengecek saldo. Cukup pindai kartu di mesin, dan saldo akan tercetak.
Keamanan Data Saat Cek Saldo di Browser Umum
Salah satu risiko terbesar mengecek saldo tanpa aplikasi pribadi adalah penggunaan perangkat publik (seperti komputer kantor atau warnet). Mengingat data BPJS memuat informasi sensitif seperti NIK dan jumlah tabungan, aspek keamanan wajib diperhatikan.
Berikut tips keamanan yang harus diterapkan:
- Gunakan Mode Penyamaran (Incognito/Private Window): Fitur ini mencegah peramban menyimpan riwayat, cookies, dan data form isian setelah jendela ditutup.
- Jangan Simpan Password: Saat peramban menawarkan “Save Password?”, selalu pilih “Never” atau “Tidak”.
- Logout Sempurna: Pastikan menekan tombol “Keluar” atau “Logout” sebelum menutup tab browser.
- Hapus Cache: Jika lupa menggunakan mode Incognito, bersihkan history dan cache browser setelah selesai menggunakan komputer umum.
Masalah Umum: Lupa Email atau Nomor KPJ Hilang
Seringkali kendala bukan pada sistem, melainkan pada data peserta yang tercecer. Berikut solusi untuk dua masalah paling umum:
1. Lupa Email untuk Login Web Jika email yang didaftarkan sudah tidak aktif atau lupa password emailnya, peserta tidak bisa melakukan reset password BPJS sendiri. Solusinya adalah menghubungi Call Center 175 atau datang ke cabang untuk melakukan pengkinian data (update email baru).
2. Kartu KPJ Hilang Untuk mengecek saldo via SMS atau ATM, nomor KPJ (11 digit) mutlak diperlukan. Jika kartu fisik hilang, peserta bisa melihat nomor tersebut pada slip gaji (biasanya tertera di bagian potongan JHT) atau menanyakan kepada bagian HRD (Human Resources) perusahaan tempat bekerja. HRD memiliki akses ke sistem SIPP Online yang memuat nomor kepesertaan seluruh karyawan.
Perbandingan Metode Cek Saldo
Untuk memudahkan pemilihan metode, berikut tabel perbandingan efisiensi masing-masing cara:
| Metode | Biaya | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Website (SSO) | Gratis (Kuota) | Butuh sinyal internet stabil | |
| SMS 2757 | Berbayar (Pulsa) | Bisa di HP jadul, tanpa internet | Format harus persis, info terbatas |
| ATM Bank | Gratis | Aman, sambil ambil uang | Harus pergi ke lokasi ATM |
| Call Center 175 | Tarif Telepon | Interaktif, bisa tanya masalah lain | Terkadang antre (waiting list) |
Kesimpulan
Mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan tanpa aplikasi bukanlah hal yang sulit di tahun 2026 ini. Peserta memiliki fleksibilitas untuk memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi perangkat dan ketersediaan koneksi internet. Bagi pengguna smartphone dengan penyimpanan terbatas, Website SSO adalah opsi terbaik karena kelengkapannya. Sementara itu, SMS 2757 tetap menjadi juara dalam hal kepraktisan dan jangkauan akses di wilayah minim sinyal data.
Penting untuk diingat bahwa saldo JHT adalah tabungan masa depan pekerja. Lakukan pengecekan secara berkala, minimal setiap tiga bulan sekali, untuk memastikan bahwa hak-hak sebagai pekerja telah dipenuhi oleh perusahaan pemberi kerja.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah bisa cek saldo BPJS Ketenagakerjaan lewat WhatsApp? Saat ini, layanan WhatsApp resmi BPJS Ketenagakerjaan (dikenal dengan nama Pandawa) umumnya difokuskan untuk keperluan administrasi klaim, pendaftaran antrean online, dan informasi umum. Untuk pengecekan saldo secara real-time dan spesifik, peserta tetap disarankan menggunakan Website SSO atau SMS 2757 karena alasan keamanan data pribadi.
2. Berapa biaya kirim SMS ke 2757 untuk cek saldo? Biaya SMS ke nomor 2757 mengikuti tarif SMS premium yang ditetapkan oleh masing-masing operator seluler (Telkomsel, Indosat, XL, dll). Biasanya berkisar antara Rp350 hingga Rp500 per SMS. Pastikan pulsa mencukupi agar permintaan tidak gagal.
3. Kenapa saldo JHT saya berbeda dengan perhitungan sendiri? Perbedaan saldo bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: perusahaan belum membayarkan iuran bulan terakhir (tunggakan), adanya perbedaan data upah yang dilaporkan perusahaan ke BPJS (upah pokok vs <i>take home pay</i>), atau hasil pengembangan investasi JHT yang bersifat fluktuatif namun akumulatif. Cek rincian di menu mutasi pada website untuk detailnya.
4. Apakah saldo JHT akan hangus jika saya berhenti bekerja? Tidak. Saldo JHT tidak akan hangus meskipun peserta sudah tidak bekerja (resign atau PHK) dan tidak lagi membayar iuran. Saldo tersebut akan tetap tersimpan dan terus mendapatkan hasil pengembangan (bunga) hingga peserta mencairkannya atau mencapai usia pensiun (56 tahun).
