Investasi berbasis prinsip syariah semakin diminati investor domestik seiring meningkatnya kesadaran akan keuangan yang berkah dan halal. Memasuki tahun 2026, stabilitas ekonomi Indonesia membuka peluang besar bagi emiten-emiten yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES). Pemilihan saham tidak hanya berfokus pada label “halal”, tetapi juga fundamental perusahaan yang solid di tengah dinamika pasar global.
Bagi investor pemula maupun berpengalaman, menyeleksi ratusan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa menjadi tantangan tersendiri. Fokus utama tahun ini tertuju pada emiten dengan kapitalisasi pasar besar (Big Caps) dan sektor defensif yang tahan banting. Artikel ini akan mengulas deretan saham syariah terbaik 2026 berdasarkan kinerja fundamental, likuiditas, dan konsistensi pembagian dividen.
QUICK ANSWER BOX
Ringkasan Saham Syariah Pilihan 2026
Singkatnya, saham syariah terbaik tahun 2026 didominasi oleh emiten yang menghuni indeks JII (Jakarta Islamic Index). Pilihan utama meliputi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) untuk sektor finansial, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) di infrastruktur, dan PT Indofood CBP (ICBP) di sektor konsumsi. Ketiganya memiliki fundamental kuat dan rasio utang yang terjaga sesuai prinsip syariah.
Kriteria Saham Masuk Kategori Syariah (OJK & DSN MUI)
Tidak semua saham yang tercatat di bursa efek otomatis dikategorikan halal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dewan Syariah Nasional MUI memiliki saringan ketat yang disebut screening efek syariah. Kriteria pertama menyangkut kegiatan usaha, di mana perusahaan tidak boleh bergerak di bidang perjudian, jasa keuangan ribawi, atau produksi barang haram.
Kriteria kedua berfokus pada rasio keuangan perusahaan. Total utang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak boleh lebih dari 45%. Selain itu, pendapatan non-halal (seperti bunga bank konvensional) wajib kurang dari 10% terhadap total pendapatan usaha.
Daftar Saham Syariah Blue Chip Terbaik 2026 (Fundamental Kuat)
Saham blue chip menjadi jangkar portofolio karena stabilitasnya. Berikut adalah emiten syariah dengan kapitalisasi pasar besar yang layak masuk watchlist tahun ini:
1. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BRIS terus menunjukkan pertumbuhan laba yang agresif. Dominasi pasar di segmen perbankan syariah menjadikan emiten ini pilihan utama bagi investor yang ingin eksposur di sektor finansial tanpa riba.
2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Raksasa telekomunikasi ini konsisten masuk dalam daftar JII. Dengan infrastruktur digital yang merata hingga pelosok, TLKM menawarkan stabilitas pendapatan jangka panjang dan rutin membagikan dividen.
3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Sektor consumer goods sering menjadi tempat berlindung saat pasar volatil. ICBP dengan produk mi instan yang mendunia memiliki pricing power kuat, menjadikannya aset defensif yang menarik.
Berikut perbandingan ringkas saham syariah unggulan:
| Kode Emiten | Sektor | Alasan Masuk Watchlist |
|---|---|---|
| BRIS | Keuangan Syariah | Market leader perbankan syariah, pertumbuhan laba double digit. |
| TLKM | Infrastruktur | Cash flow stabil, dividen rutin, masuk indeks JII. |
| ADRO | Energi | Valuasi murah, dividen jumbo (perhatikan siklus komoditas). |
| KLBF | Kesehatan | Produk kesehatan esensial, fundamental neraca sangat sehat. |
Sektor Potensial untuk Portofolio Syariah 2026
Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun pemulihan bagi sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Emiten yang melakukan diversifikasi bisnis ke energi hijau seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai dilirik investor syariah yang peduli pada aspek ESG (Environmental, Social, and Governance). Keselarasan antara prinsip syariah dan pelestarian lingkungan menjadi nilai tambah.
Selain itu, sektor ritel dan konsumsi diperkirakan tumbuh seiring stabilnya daya beli masyarakat pasca pemilu tahun-tahun sebelumnya. Emiten ritel yang masuk kategori syariah bisa menjadi opsi diversifikasi untuk mengejar growth atau pertumbuhan harga saham yang lebih cepat dibandingkan saham defensif.
Saham Syariah dengan Dividen Rutin (Passive Income)
Bagi pemburu passive income, dividend yield menjadi metrik krusial. Saham-saham berbasis komoditas seperti pertambangan batubara (contoh: ADRO atau PTBA) sering kali memberikan dividen dengan imbal hasil tinggi, asalkan lolos screening rasio utang.
Namun, investor perlu waspada terhadap jebakan dividen (dividend trap). Pastikan memilih perusahaan yang membagikan dividen dari laba operasional yang tumbuh, bukan dari utang atau penjualan aset. Emiten telekomunikasi dan menara juga kerap menjadi favorit pemburu dividen syariah karena arus kas yang stabil.
Cara Screening Saham Syariah di Aplikasi Sekuritas (SOTS)
Memastikan status syariah sebuah saham kini jauh lebih mudah berkat fitur SOTS (Sharia Online Trading System). Hampir semua aplikasi sekuritas besar di Indonesia telah memiliki fitur ini untuk memfilter saham non-halal secara otomatis.
Langkah mudah melakukan screening mandiri:
- Buka aplikasi sekuritas pilihan.
- Cari menu filter atau stock screener.
- Centang opsi “Syariah” atau “ISSI/JII”.
- Otomatis daftar saham yang mengandung riba (seperti bank konvensional) atau bisnis rokok/alkohol akan hilang dari pencarian.
KESIMPULAN
Memilih saham syariah terbaik 2026 memerlukan kombinasi analisis fundamental dan ketaatan pada prinsip syariah. Emiten blue chip seperti BRIS, TLKM, dan ICBP tetap menjadi fondasi kuat untuk portofolio jangka panjang. Sementara itu, diversifikasi ke sektor potensial seperti energi hijau dapat meningkatkan potensi imbal hasil.
Penting bagi investor untuk selalu melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) dan memantau Daftar Efek Syariah (DES) yang diperbarui OJK secara berkala setiap bulan Mei dan November. Konsistensi dalam berinvestasi jauh lebih penting daripada sekadar mengejar keuntungan sesaat.
Disclaimer:
Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan investor. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Apa perbedaan saham syariah dan konvensional? Perbedaan utamanya terletak pada kegiatan bisnis dan rasio keuangan. Saham syariah tidak boleh bergerak di sektor non-halal (judi, alkohol, bank ribawi) dan memiliki batasan utang berbunga maksimal 45% dari total aset.
Apakah BBCA dan BBRI termasuk saham syariah? Secara umum tidak. BBCA dan BBRI adalah bank konvensional yang pendapatan utamanya berasal dari bunga kredit, sehingga tidak memenuhi kriteria syariah OJK. Untuk sektor perbankan, opsi syariahnya adalah BRIS atau BTPS.
Apa itu Indeks JII dan ISSI? ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) berisi seluruh saham syariah yang terdaftar di BEI. Sedangkan JII (Jakarta Islamic Index) lebih eksklusif, hanya berisi 30 saham syariah paling likuid dengan fundamental terbaik.
