Sektor pertanian dan peternakan membutuhkan modal kerja yang tidak sedikit, mulai dari pengadaan bibit, pupuk, hingga pakan ternak. Tantangan permodalan ini seringkali menjadi hambatan utama bagi para petani di Indonesia untuk mengembangkan usaha mereka menghadapi musim tanam 2026.
Pemerintah melalui berbagai bank penyalur kembali menghadirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor pertanian. Program ini dirancang untuk memberikan akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi pelaku usaha tani. Memahami syarat dan mekanisme pengajuan terbaru sangat penting agar proses pencairan dana dapat berjalan lancar tanpa kendala administrasi.
QUICK ANSWER: Singkatnya, syarat utama KUR Pertanian 2026 meliputi KTP, KK, Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa/kelurahan, dan bukti kepemilikan atau sewa lahan. Suku bunga yang berlaku adalah 6% efektif per tahun dengan opsi skema pembayaran musiman (Yarnen) atau bayar saat panen, khusus bagi petani yang siklus pendapatannya tidak bulanan.
Mengenal Program KUR Sektor Pertanian 2026
Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian adalah fasilitas pembiayaan modal kerja dan/atau investasi yang diperuntukkan bagi debitur individu, badan usaha, atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau feasible but not yet bankable.
Pada tahun 2026, fokus penyaluran KUR diprediksi akan semakin memprioritaskan sektor ketahanan pangan. Bank penyalur seperti BRI, Mandiri, dan BNI biasanya memiliki alokasi khusus untuk sektor ini dengan aturan yang lebih fleksibel dibandingkan pinjaman komersial biasa, terutama terkait jadwal pembayaran angsuran.
Jenis KUR untuk Sektor Pertanian dan Peternakan
Sebelum mengajukan pinjaman, calon debitur perlu memahami jenis KUR yang sesuai dengan skala usaha. Secara umum, terdapat tiga kategori yang dapat diakses oleh petani dan peternak:
- KUR Super Mikro: Plafon pinjaman sampai dengan Rp10 juta. Jenis ini cocok untuk petani pemula atau buruh tani yang ingin memulai usaha mandiri skala kecil.
- KUR Mikro: Plafon pinjaman di atas Rp10 juta sampai dengan Rp100 juta. Ini adalah jenis yang paling populer di kalangan petani padi, jagung, atau peternak sapi skala rumah tangga.
- KUR Kecil: Plafon pinjaman di atas Rp100 juta sampai dengan Rp500 juta. Kategori ini biasanya mewajibkan adanya agunan tambahan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Syarat Pengajuan KUR Pertanian 2026 (Lengkap)
Keberhasilan pengajuan pinjaman sangat bergantung pada kelengkapan dokumen. Bank menerapkan prinsip kehati-hatian, sehingga kelengkapan administrasi menjadi filter pertama.
Syarat Dokumen Pribadi
- e-KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah).
- Kartu Keluarga (KK).
- Surat Nikah atau Surat Cerai (bagi yang berstatus menikah/cerai).
- Pas foto terbaru (suami & istri).
Syarat Dokumen Usaha (Lahan Milik vs Sewa)
Dokumen usaha untuk sektor pertanian memiliki spesifikasi khusus dibanding sektor perdagangan:
- Surat Keterangan Usaha (SKU): Diterbitkan oleh Kepala Desa atau Lurah setempat yang menyatakan jenis usaha tani dan lokasi lahan.
- Bukti Penguasaan Lahan:
- Jika Lahan Milik Sendiri: Lampirkan SPPT PBB, Girik, atau Sertifikat Hak Milik (SHM).
- Jika Lahan Sewa: Wajib melampirkan Surat Perjanjian Sewa Lahan yang diketahui oleh perangkat desa.
- Estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB): Rincian penggunaan dana untuk bibit, pupuk, atau pakan (opsional namun disarankan untuk plafon besar).
Suku Bunga dan Plafon Pinjaman Terbaru
Pemerintah masih mempertahankan subsidi bunga untuk menjaga keterjangkauan akses keuangan bagi petani. Berikut adalah ketentuan bunga yang berlaku:
- Suku Bunga: Sebesar 6% efektif per tahun untuk pengajuan pertama.
- Sistem Berjenjang: Bagi debitur yang mengajukan KUR untuk kali kedua, bunga dapat naik menjadi 7%, kemudian 8% untuk kali ketiga, dan 9% untuk kali keempat. Hal ini dilakukan untuk mendorong debitur agar segera “naik kelas” ke pinjaman komersial.
- Bebas Biaya: Umumnya bebas biaya provisi dan administrasi untuk KUR Mikro.
Skema Pembayaran Yarnen (Bayar Saat Panen)
Salah satu fitur unggulan KUR Pertanian yang sering tidak diketahui nasabah adalah skema Yarnen (Bayar Panen). Berbeda dengan pedagang yang memiliki omzet harian, petani memiliki siklus pendapatan musiman.
Dalam skema ini, pokok pinjaman dan bunga tidak harus dicicil setiap bulan. Pelunasan dapat dilakukan sekaligus (lumpsum) pada saat masa panen tiba sesuai dengan tenor yang disepakati (misalnya per 6 bulan untuk padi/jagung). Calon debitur wajib menyampaikan permohonan skema ini kepada mantri atau petugas bank saat sesi wawancara atau survei lokasi.
Cara Mengajukan KUR Pertanian di Bank Penyalur
Proses pengajuan saat ini sudah semakin dipermudah, baik melalui jalur offline maupun online terbatas (tergantung kesiapan bank).
- Pastikan Data Bersih: Cek status SLIK OJK (sebelumnya BI Checking). Pastikan tidak ada tunggakan pinjaman di bank atau lembaga keuangan lain (termasuk Paylater/Pinjol).
- Siapkan Dokumen: Kumpulkan semua berkas dalam satu map agar rapi.
- Datang ke Bank: Kunjungi kantor unit bank penyalur (BRI Unit, Mandiri Mitra Usaha, dll) yang sesuai dengan domisili KTP.
- Verifikasi & Survei: Petugas bank (Mantri) akan melakukan survei ke lokasi lahan untuk memastikan keberadaan usaha.
- Pencairan: Jika disetujui, dana akan dicairkan ke rekening debitur.
Simulasi Tabel Angsuran KUR Pertanian
Berikut adalah estimasi tabel angsuran KUR dengan asumsi bunga 6% per tahun (flat setara efektif) untuk skema pembayaran bulanan:
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan |
|---|---|---|---|
| Rp 10.000.000 | Rp 860.664 | Rp 443.206 | Rp 304.219 |
| Rp 25.000.000 | Rp 2.151.661 | Rp 1.108.015 | Rp 760.548 |
| Rp 50.000.000 | Rp 4.303.321 | Rp 2.216.031 | Rp 1.521.097 |
Catatan: Angka di atas adalah estimasi. Nilai angsuran sebenarnya dapat berbeda sedikit tergantung kebijakan pembulatan bank dan tanggal realisasi.
Tips Agar Pinjaman KUR Tani Disetujui Bank
Banyak pengajuan petani ditolak bukan karena usahanya tidak bagus, melainkan karena faktor administratif. Berikut beberapa tips agar peluang disetujui lebih besar:
- Usaha Sudah Berjalan: Bank mensyaratkan usaha minimal sudah berjalan aktif selama 6 bulan.
- Riwayat Kredit Bersih: Lunasi hutang-hutang konsumtif (seperti kredit motor atau pinjol) yang macet sebelum mengajukan KUR.
- Jujur saat Survei: Berikan data riil mengenai hasil panen dan luas lahan. Analis kredit memiliki metode untuk menghitung kewajaran pendapatan tani.
Kesimpulan
KUR Pertanian 2026 merupakan solusi strategis bagi petani dan peternak untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dengan bunga rendah 6% dan opsi pembayaran musiman (yarnen), program ini sangat meringankan beban arus kas petani. Kunci utama persetujuan kredit terletak pada kelengkapan dokumen lahan, legalitas usaha (SKU), dan riwayat kredit yang bersih di OJK. Pastikan persiapan matang dilakukan sebelum mendatangi bank penyalur terdekat.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah KUR Pertanian bisa bayar musiman? Ya, skema ini disebut Yarnen (Bayar Panen). Nasabah tidak perlu mencicil bulanan, melainkan membayar pokok dan bunga sekaligus saat masa panen tiba. Opsi ini harus diajukan secara spesifik saat proses aplikasi.
Berapa lama proses pencairan KUR Tani? Proses pencairan biasanya memakan waktu 3 hingga 7 hari kerja setelah survei dilakukan, asalkan seluruh dokumen persyaratan sudah lengkap dan lolos verifikasi SLIK OJK.
Apakah pengajuan butuh agunan tambahan? Untuk KUR Mikro (plafon hingga Rp100 juta), pemerintah menetapkan tidak wajib agunan tambahan. Agunan pokok adalah usaha pertanian itu sendiri. Namun, bank terkadang meminta bukti kepemilikan aset sebagai pertimbangan karakter debitur.
