Beranda » Ekonomi » 7 Deposito Bunga Tertinggi 2026: Bank Mana Paling Untung?

7 Deposito Bunga Tertinggi 2026: Bank Mana Paling Untung?

Mencari tempat parkir dana yang aman sekaligus menguntungkan menjadi tantangan tersendiri di tengah fluktuasi ekonomi tahun ini. Instrumen investasi berisiko rendah seperti deposito masih menjadi primadona bagi masyarakat yang ingin mengembangkan aset tanpa rasa was-was berlebih.

Namun, dengan banyaknya tawaran dari bank digital maupun konvensional, seringkali muncul kebingungan dalam menentukan pilihan terbaik. Menggiurkan saja tidak cukup, faktor keamanan dan kredibilitas bank juga menjadi pertimbangan krusial sebelum menempatkan dana.

Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan suku bunga deposito terbaru tahun 2026, mulai dari bank digital pendatang baru hingga pemain lama yang mapan. Simak ulasan lengkapnya untuk menemukan strategi penyimpanan dana yang paling optimal.


💡 Jawaban Singkat (Quick Answer)

Singkatnya, Bank Digital dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) umumnya menawarkan bunga deposito tertinggi di tahun 2026, berkisar antara 5% hingga 6,75% p.a, mendekati batas penjaminan LPS. Sementara itu, Bank Konvensional besar (Buku IV) rata-rata menawarkan bunga di kisaran 2% – 3,5% p.a. Pilihan terbaik bergantung pada profil risiko: pilih Bank Digital untuk imbal hasil maksimal, atau Bank BUMN/Swasta Besar untuk aksesibilitas cabang fisik yang luas.


<div style=”background:#fff3cd; padding:15px; border-left:5px solid #ff9800; margin:20px 0; border-radius:5px;”> ⚠️ <strong>DISCLAIMER PENTING:</strong> Informasi suku bunga, pajak, dan kebijakan bank di bawah ini berdasarkan data pasar per Januari 2026. Angka dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Bank Indonesia (BI Rate) dan masing-masing bank. Keputusan finansial sepenuhnya ada di tangan pembaca. Hubungi bank terkait untuk konfirmasi terkini. </div>

Baca Juga:  Simulasi KPR BTN Rumah Subsidi Gaji 4 Juta: Hitungan Realistis & Syarat 2026

Mengapa Deposito Masih Menjadi Pilihan Favorit?

Meskipun instrumen investasi modern seperti saham atau crypto menjanjikan keuntungan besar, deposito tetap memiliki tempat spesial di hati investor konservatif. Ada alasan kuat mengapa instrumen ini tidak pernah sepi peminat.

Pertama, kepastian imbal hasil. Berbeda dengan pasar modal yang fluktuatif, bunga deposito bersifat tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo. Jadi, nominal keuntungan yang akan diterima di akhir periode sudah bisa dihitung sejak awal pembukaan rekening.

Kedua, faktor keamanan. Selama nilai simpanan dan suku bunga tidak melebihi ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dana nasabah dijamin aman hingga maksimal Rp2 Miliar per nasabah per bank. Ini memberikan ketenangan pikiran yang sulit didapatkan dari instrumen high risk.

Faktor Penentu Tinggi Rendahnya Bunga Deposito

Pernahkah bertanya-tanya mengapa Bank A bisa memberikan bunga 6% sedangkan Bank B hanya 3%? Ternyata, ada beberapa variabel ekonomi makro dan mikro yang mempengaruhinya.

1. Suku Bunga Acuan (BI Rate)

Ini adalah faktor paling dominan. Ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menekan inflasi, bank umum biasanya akan ikut menaikkan bunga deposito untuk menarik likuiditas dari masyarakat. Sebaliknya, jika BI Rate turun, bunga deposito pun ikut terkoreksi.

2. Kebutuhan Likuiditas Bank

Bank yang sedang gencar menyalurkan kredit (pinjaman) membutuhkan dana segar lebih banyak. Salah satu cara tercepat menghimpun dana adalah dengan menawarkan bunga deposito yang atraktif agar masyarakat mau menabung di sana.

3. Biaya Operasional (Digital vs Konvensional)

Bank Digital seringkali menawarkan bunga lebih tinggi. Alasannya sederhana: mereka tidak memiliki beban biaya operasional setinggi bank konvensional yang harus membiayai sewa gedung cabang fisik dan ribuan karyawan teller. Efisiensi ini dialihkan menjadi insentif bunga bagi nasabah.

Tabel Perbandingan Deposito Bunga Tertinggi 2026

Berikut adalah komparasi suku bunga deposito dari berbagai kategori bank untuk tenor 12 bulan (data estimasi pasar 2026).

Nama Bank / ProdukBunga (p.a)*Min. SetoranFitur Utama
🏦 Bank Digital A (Contoh: Krom/Neo)6.00% – 8.00%Rp 100.000Fleksibel, Bunga Harian
🏦 Bank Digital B (Contoh: SeaBank/Jago)5.00% – 6.00%Rp 1.000.000Integrasi E-Wallet
🏛️ BPR (Bank Perkreditan Rakyat)Max 6.75% (LPS)BervariasiLokal, Bunga Tinggi
🏢 Bank BUMN (BRI/Mandiri/BNI)2.25% – 3.00%Rp 10.000.000Aman, Jaringan Luas
🏢 Bank Swasta Besar (BCA/CIMB)2.00% – 3.50%Rp 8.000.000Promo Nasabah Prioritas

Catatan: Suku bunga di atas adalah estimasi rata-rata per Januari 2026. BPR biasanya memiliki batas penjaminan LPS yang lebih tinggi dibanding Bank Umum.

Strategi Memaksimalkan Keuntungan Deposito

Menempatkan dana tidak bisa sembarangan jika ingin hasil maksimal. Ada beberapa taktik yang bisa diterapkan agar cuan lebih terasa.

Baca Juga:  Cara Menghitung Simulasi KTA Bank agar Dapat Cicilan 1 Jutaan per Bulan (Update 2026)

1. Teknik Deposito Laddering (Tangga Deposito)

Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Strategi ini membagi dana ke dalam beberapa tenor berbeda (misal: 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan). Tujuannya agar likuiditas tetap terjaga. Jika sewaktu-waktu butuh dana, ada deposito yang cair dalam waktu dekat tanpa perlu memecah deposito jangka panjang dan terkena penalti.

2. Manfaatkan Fitur ARO (Automatic Roll Over)

Fitur perpanjangan otomatis ini sangat membantu. Pilihlah opsi ARO + Bunga (bunga ditambahkan ke pokok untuk periode berikutnya). Dengan begitu, efek compounding interest (bunga berbunga) akan bekerja, membuat nilai aset tumbuh lebih cepat dibandingkan jika bunga diambil setiap bulan.

3. Perhatikan Pajak Final

Sering dilupakan, padahal penting. Sesuai regulasi pemerintah, simpanan dengan nilai di atas Rp7.500.000 dikenakan pajak final sebesar 20% dari bunga yang diterima. Jadi, jika melihat iklan bunga 6%, ingatlah bahwa yang masuk ke kantong (nett) adalah sekitar 4,8% setelah dipotong pajak.

Cara Membuka Deposito (Step-by-Step)

Di era digital 2026 ini, membuka deposito tidak lagi harus antre di kantor cabang. Berikut panduan umumnya:

Via Aplikasi Bank Digital:

  1. Unduh & Registrasi: Pastikan aplikasi resmi dari Play Store/App Store. Lakukan verifikasi e-KYC (foto KTP dan wajah).
  2. Top Up Saldo: Transfer dana dari rekening utama ke rekening bank digital.
  3. Pilih Menu Deposito: Cari menu “Deposit” atau “Simpanan Berjangka”.
  4. Tentukan Tenor & Nominal: Masukkan jumlah dana dan pilih jangka waktu (mulai 7 hari hingga 12 bulan).
  5. Konfirmasi: Baca ringkasan bunga dan tanggal jatuh tempo, lalu setujui.

Via Bank Konvensional (Cabang):

  1. Siapkan Dokumen: Bawa e-KTP dan NPWP (jika ada).
  2. Isi Formulir: Datangi Customer Service dan sampaikan niat membuka deposito.
  3. Setor Dana: Bisa tunai atau debet dari rekening tabungan yang sudah ada.
  4. Terima Bilyet: Simpan bukti kepemilikan deposito (bilyet) dengan aman. Bilyet ini wajib dibawa saat pencairan dana nanti.
Baca Juga:  7 Fakta KUR TKI 2026: Syarat & Cara Pengajuan (Lengkap)

Dampak Positif Budaya Menabung Bagi Masyarakat

Kebiasaan menempatkan dana di instrumen perbankan resmi seperti deposito memiliki efek domino yang positif, tidak hanya bagi individu tapi juga ekonomi nasional.

  • Ketahanan Finansial Keluarga: Dengan memiliki simpanan berjangka, keluarga memiliki “bantalan” dana darurat yang tidak mudah tergerus oleh keinginan belanja impulsif, menciptakan stabilitas ekonomi rumah tangga yang lebih baik.
  • Perputaran Roda Ekonomi: Dana yang dihimpun bank dari deposito masyarakat akan disalurkan kembali dalam bentuk kredit usaha bagi UMKM dan korporasi. Ini menggerakkan sektor riil, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi negara.
  • Mengurangi Risiko Penipuan: Mengedukasi masyarakat untuk memilih produk perbankan legal (terdaftar OJK/LPS) secara tidak langsung menekan ruang gerak investasi bodong yang sering memakan korban dengan janji palsu cepat kaya.

Kesimpulan

Memilih deposito bunga tertinggi 2026 bukan sekadar mencari angka persentase terbesar, melainkan menyeimbangkan antara keuntungan, kenyamanan, dan keamanan dana. Bank digital kini menjadi opsi menarik bagi pencari imbal hasil tinggi, sementara bank konvensional menawarkan stabilitas bagi mereka yang mengutamakan layanan fisik.

Ingatlah selalu untuk mengecek apakah besaran bunga yang ditawarkan bank masuk dalam penjaminan LPS. Jangan tergiur bunga fantastis yang tidak masuk akal jika ujungnya dana tidak terlindungi. Jadilah nasabah cerdas yang mengutamakan legalitas di atas segalanya.

Punya pengalaman menarik seputar deposito bank digital atau konvensional? Mari berdiskusi atau berbagi pengalaman agar sesama pembaca mendapatkan wawasan lebih luas.


FAQ (Pertanyaan Umum)

Apakah simpanan di bank digital aman?

Secara umum aman, asalkan bank digital tersebut terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta merupakan peserta penjaminan LPS. Pastikan total saldo dan suku bunga yang diterima tidak melebihi batas ketentuan LPS agar dana tetap terjamin jika bank mengalami gagal bayar.

Berapa pajak yang dikenakan untuk bunga deposito?

Pemerintah mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 20% untuk nasabah yang memiliki total saldo simpanan di atas Rp7.500.000 di satu bank. Jika saldo di bawah nominal tersebut, biasanya tidak dikenakan potongan pajak bunga.

Apa itu penalti pencairan deposito sebelum jatuh tempo?

Penalti adalah denda yang dikenakan bank jika nasabah menarik dana deposito sebelum tanggal jatuh tempo yang disepakati. Besarannya bervariasi, mulai dari 0,5% hingga 2% dari pokok atau bunga berjalan dihapuskan. Namun, beberapa bank digital kini menawarkan fitur bebas penalti.

Mana lebih untung: Deposito atau Reksadana Pasar Uang?

Keduanya memiliki profil risiko rendah. Deposito memberikan kepastian bunga tetap (fixed), sedangkan Reksadana Pasar Uang (RDPU) memiliki potensi imbal hasil yang sedikit lebih tinggi namun fluktuatif (tidak dijamin angka pastinya) dan tidak dijamin LPS. Pilihan tergantung preferensi terhadap kepastian vs potensi tumbuh.